MabesNews.TV

Media Siber Mabes RI

KPK Selidiki Aliran Dana Korupsi Gubernur Papua ke Kasino Judi di Singapura

Penyelidikan KPK Terhadap Aliran Dana Korupsi Gubernur Papua

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini tengah memperluas penyelidikannya terkait dugaan korupsi yang melibatkan mantan Gubernur Papua, Lukas Enembe. Salah satu fokus utama penyidik adalah menelusuri aliran dana korupsi yang diduga dibawa ke luar negeri, khususnya ke Singapura. Dalam kasus ini, KPK menyebut adanya indikasi bahwa uang hasil suap dan gratifikasi dari Lukas Enembe digunakan untuk membeli aset di luar negeri, termasuk mungkin berupa aset-aset seperti properti atau pesawat jet pribadi.

Penelusuran Aset di Luar Negeri

Menurut Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri, penyidik sedang menginvestigasi apakah uang hasil korupsi tersebut telah berubah menjadi aset di luar negeri. “Fokus kami adalah apakah uang itu berubah menjadi aset di luar negeri,” kata Ali dalam pernyataannya. Hal ini sangat penting karena dalam kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU), KPK harus membuktikan bahwa uang hasil korupsi telah diubah menjadi aset, baik berupa mobil, tanah, rumah, maupun pesawat.

[IMAGE: KPK Selidiki Aliran Dana Korupsi Gubernur Papua ke Kasino Judi di Singapura]

Peran Pramugari dalam Pengiriman Dana

Salah satu bukti yang sedang ditelusuri adalah keterlibatan seorang pramugari bernama Selvi Purnama Sari. Dugaannya, pramugari ini ditugaskan oleh Lukas Enembe untuk membawa uang puluhan miliar rupiah ke Singapura menggunakan pesawat jet pribadi milik gubernur. Penyidik KPK memeriksa Selvi pada 25 Agustus 2023, dan saat ini masih melakukan penelusuran lebih lanjut terkait kemungkinan adanya pengalihan aset ke luar negeri.

Dugaan Pembelian Pesawat Jet Pribadi

KPK juga menduga bahwa Lukas Enembe menggunakan uang hasil korupsi untuk membeli pesawat jet pribadi. Meski pengacara Lukas, Petrus Bala Pattyona, membantah tudingan tersebut dengan menyatakan bahwa kliennya tidak memiliki pesawat jet, KPK tetap mempertimbangkan kemungkinan penyitaan jika terbukti uang korupsi digunakan untuk pembelian aset tersebut. Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, menjelaskan bahwa jika terbukti, pesawat tersebut akan disita dalam proses TPPU.

[IMAGE: KPK Selidiki Aliran Dana Korupsi Gubernur Papua ke Kasino Judi di Singapura]

Kerugian Negara dan Skor Pencegahan Korupsi

Dalam kasus ini, kerugian negara mencapai Rp 1,2 triliun, terkait dana penunjang operasional dan program peningkatan pelayanan kedinasan kepala daerah Provinsi Papua tahun 2020-2022. Tersangka dalam kasus ini adalah Bendahara Pengeluaran Pembantu Kepala Daerah Provinsi Papua, Deus Enumbi (DE), yang diduga bekerja sama dengan eks Gubernur Papua, Lukas Enembe.

Selain itu, skor Monitoring, Controlling, Surveillance, and Prevention (MCSP) di Provinsi Papua untuk tahun 2024 turun drastis dari 55 poin menjadi 38 poin, menunjukkan perlunya peningkatan upaya pencegahan korupsi di daerah ini.

Penggunaan Dana Operasional yang Mencurigakan

Lukas Enembe diduga menggunakan dana operasional sebesar Rp 1 triliun per tahun. Dalam sehari, ia dikabarkan menghabiskan dana operasional sebesar Rp 1 miliar. Untuk membenarkan pengeluaran ini, Lukas membuat Peraturan Gubernur (Pergub) agar penggunaan dana tersebut terkesan legal. Namun, KPK menilai bahwa penggunaan dana ini justru bertujuan untuk mengelabui pengawasan dari Kementerian Dalam Negeri.

Langkah KPK dalam Pemulihan Aset

KPK juga melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang terkait dengan aliran dana korupsi. Salah satunya adalah saksi WT, penyedia jasa money changer di Jakarta, yang diperiksa untuk menelusuri aliran uang dari kasus korupsi tersebut. Penyidik KPK juga memeriksa saksi lain seperti Ambar Kurniawan dari PT Elang Lintas Indonesia.

Kesimpulan

Penyelidikan KPK terhadap aliran dana korupsi Gubernur Papua ke Singapura menunjukkan komitmen lembaga antirasuah dalam menuntaskan kasus-kasus korupsi yang melibatkan pejabat tinggi. Dengan fokus pada pemulihan aset dan pencegahan korupsi, KPK berharap dapat memberikan contoh nyata dalam pemberantasan korupsi di Indonesia. Dugaan penggunaan uang korupsi untuk membeli aset di luar negeri, seperti kasino judi di Singapura, semakin memperkuat urgensi tindakan tegas dari lembaga anti-korupsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *