MabesNews.TV

Media Siber Mabes RI

Mantan Bupati NTT Ditangkap Jaksa Setelah Buron 2 Tahun Terkait Kasus Korupsi Pembangunan GOR

Pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Kabupaten Kupang yang dibiayai dengan anggaran sebesar Rp11 miliar lebih, akhirnya mengundang perhatian besar dari aparat penegak hukum. Setelah berbulan-bulan penyelidikan dan penyidikan, mantan Bupati NTT kini ditangkap oleh jaksa setelah melarikan diri selama dua tahun terkait dugaan korupsi dalam proyek tersebut.

Proses Penangkapan dan Penyelidikan

Proses penyelidikan kasus korupsi pembangunan GOR di NTT

Kasus ini bermula dari dugaan kerugian negara sebesar Rp5,3 miliar yang diakibatkan oleh pelanggaran dalam pembangunan GOR Oelnasi. Polres Kupang telah menetapkan lima tersangka dalam kasus ini, termasuk mantan pejabat pemerintah daerah dan kontraktor. Penyidik Satreskrim Polres Kupang memeriksa 50 saksi dan 4 saksi ahli sejak April 2023 lalu. Penyelidikan dimulai sejak 2019, dan akhirnya ditemukan adanya kerugian negara yang signifikan.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 subsidair Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Mereka juga bisa dihukum dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun serta denda antara Rp200 juta hingga Rp1 miliar.

Peran Tersangka dalam Kasus Korupsi

Mantan Bupati NTT yang ditangkap setelah buron 2 tahun

Kelima tersangka memiliki peran masing-masing dalam pembangunan GOR yang merugikan negara. Mereka mencakup kepala dinas, kontraktor, dan subkontraktor. Penyidik juga menyita dokumen-dokumen terkait proyek tersebut. Selain itu, Polres Kupang sempat mengirimkan surat kepada Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Kupang untuk menghadirkan PPK dan Bendahara pengeluaran guna memberikan keterangan.

Penanganan kasus ini tidak hanya dilakukan oleh kepolisian, tetapi juga melibatkan Kejaksaan Negeri Oelamasi. Surat pernyataan penerimaan barang bukti (SPDP) telah dikirimkan ke kejaksaan sebagai langkah resmi dalam proses hukum.

Mantan Bupati yang Melarikan Diri

Meski ada lima tersangka yang ditetapkan, salah satu tokoh utama dalam kasus ini adalah mantan Bupati NTT yang kini ditangkap setelah melarikan diri selama dua tahun. Meskipun identitasnya belum secara resmi diungkapkan, namun informasi yang didapat menunjukkan bahwa ia merupakan figur penting dalam proyek pembangunan GOR.

Sebelum ditangkap, mantan bupati ini sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat NTT. Ia dikenal sebagai sosok yang aktif dalam berbagai program pembangunan, namun kini terlibat dalam kasus korupsi yang cukup besar.

Langkah Hukum dan Tindakan Berikutnya

Setelah penangkapan, mantan Bupati NTT akan menjalani proses hukum yang berlangsung di Pengadilan Negeri Lombok Tengah. Jaksa peneliti dari Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat telah menyetujui berkas perkara sebagai lengkap secara formil dan materil atau P21 pada 17 Juni 2025.

Langkah selanjutnya adalah pelimpahan perkara ke pengadilan untuk disidangkan. Kejaksaan Tinggi NTB telah menyiapkan enam orang penuntut umum terbaik untuk menghadapi kasus ini. Mantan Bupati NTT akan menghadapi ancaman hukuman yang sangat berat jika terbukti bersalah.

Dampak bagi Masyarakat dan Pemerintahan

Kasus ini tidak hanya menjadi perhatian bagi aparat hukum, tetapi juga menjadi sorotan publik. Masyarakat NTT merasa kecewa karena proyek yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat justru menjadi alat korupsi. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak warga mengeluhkan ketidaktransparanan dalam penggunaan anggaran pemerintah daerah.

Selain itu, kasus ini juga menjadi peringatan bagi para pejabat daerah untuk lebih waspada dalam mengelola uang rakyat. Dengan adanya tindakan tegas dari aparat hukum, diharapkan dapat memberikan efek jera bagi siapa pun yang ingin melakukan tindakan korupsi.

Kesimpulan

Kasus korupsi pembangunan GOR di NTT yang melibatkan mantan Bupati NTT menunjukkan betapa pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran pemerintah. Penangkapan mantan bupati setelah dua tahun melarikan diri menunjukkan komitmen pihak berwajib dalam memberantas korupsi. Dengan demikian, diharapkan kasus seperti ini tidak terulang kembali dan masyarakat dapat merasa aman dalam mendapatkan layanan publik yang baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *