MabesNews.TV

Media Siber Mabes RI

10 KK di Kampung Kambero Bengo Masih Hidup Tanpa Listrik, Air Bersih, dan Jalan Layak: Di Mana Kehadiran Negara?

Loading

Mabesnews.tv, SUMBA BARAT DAYA** – Di tengah berbagai klaim keberhasilan pembangunan yang terus disampaikan pemerintah, kenyataan berbeda masih dirasakan oleh 10 kepala keluarga (KK) di Kampung Kambero Bengo, Dusun III, Desa Waitaru, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.

Bagi warga di kampung kecil ini, pembangunan belum hadir dalam bentuk yang paling mendasar. Hingga kini, mereka masih hidup tanpa aliran listrik PLN, tanpa akses air bersih yang memadai, serta tanpa jalan yang layak menuju permukiman mereka.

Kondisi tersebut bukanlah persoalan baru. Bertahun-tahun telah berlalu, namun perubahan yang dirasakan masyarakat nyaris tidak terlihat. Di saat sebagian wilayah menikmati kemajuan infrastruktur, warga Kambero Bengo masih bergelut dengan kebutuhan dasar yang seharusnya menjadi hak setiap warga negara.

Saat malam tiba, kegelapan menyelimuti kampung. Rumah-rumah hanya diterangi lampu sederhana, sementara anak-anak harus belajar dengan penerangan yang sangat terbatas. Aktivitas ekonomi masyarakat pun berhenti lebih cepat akibat minimnya akses listrik.

Kesulitan tidak berhenti sampai di situ. Untuk memperoleh air bersih, warga masih mengandalkan air hujan dan sumber mata air yang belum terlindungi. Ketika musim kemarau tiba, perjuangan mendapatkan air menjadi semakin berat, bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti minum, memasak, mandi, dan mencuci.

Akses jalan menuju kampung masih berupa jalan tanah yang licin dan sulit dilalui saat hujan turun. Kondisi ini menghambat mobilitas warga menuju sekolah, fasilitas kesehatan, maupun pusat perekonomian. Situasi tersebut tidak hanya menghambat aktivitas sehari-hari, tetapi juga berpotensi memperlebar kesenjangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan pedesaan.

Ironisnya, yang diperjuangkan masyarakat bukanlah fasilitas mewah. Mereka hanya menginginkan layanan dasar yang dijamin oleh negara, yakni listrik, air bersih, dan jalan yang layak. Ketiga hal tersebut merupakan fondasi kesejahteraan sekaligus bagian dari pelayanan publik yang semestinya dapat dinikmati seluruh rakyat Indonesia tanpa memandang lokasi tempat tinggal.

Potret Kampung Kambero Bengo menjadi cermin bahwa pemerataan pembangunan masih menyisakan pekerjaan rumah yang besar. Di balik berbagai laporan capaian pembangunan, masih ada masyarakat yang menunggu bukti nyata kehadiran pemerintah melalui pembangunan infrastruktur dasar.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, hingga Pemerintah Pusat segera mengambil langkah konkret dengan membangun jaringan listrik, menyediakan akses air bersih, serta meningkatkan kualitas jalan menuju kampung tersebut.

Pemerintah tentu memiliki berbagai pertimbangan dalam menentukan prioritas pembangunan, termasuk keterbatasan anggaran. Namun, kondisi yang dialami warga Kambero Bengo menunjukkan pentingnya memastikan bahwa kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terpencil tidak terus tertinggal.

Sebab, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari megahnya proyek yang berdiri atau tingginya angka statistik. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika setiap warga negara, termasuk mereka yang tinggal di pelosok Kampung Kambero Bengo, dapat menikmati hak yang sama atas listrik, air bersih, dan akses jalan yang layak.

 

 

 

Martinus Kondo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *