MabesNews.TV

Media Siber Mabes RI

Dukung Swasembada Pangan Prabowo, Kadis Pertanian Madina Turun Gunung Garap Hama Tikus 60 Hektar di Siabu

Loading

Mabesnews.tv, MANDAILING NATAL – Komitmen mendukung program Ketahanan dan Swasembada Pangan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ditunjukkan secara nyata oleh Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Kepala Dinas Pertanian Madina, Taufiq Zulhendri Ritonga, turun langsung ke lapangan memimpin aksi perburuan hama tikus di kawasan Saba Bondar Godang, Desa Huta Raja, Kecamatan Siabu, Sabtu (01/08/2026).

​Langkah cepat “turun gunung” ini merupakan bentuk respon tanggap Kadis Pertanian beserta jajaran atas keluhan para petani terkait serangan hama tikus yang merusak sekitar 60 hektar lahan persawahan warga di wilayah tersebut.

​”Kami hadir hari ini untuk berburu hama tikus yang meresahkan dan mengganggu produktivitas lahan persawahan warga. Ini adalah bagian dari komitmen kita menjaga ketahanan dan swasembada pangan di Madina,” ujar Taufiq Zulhendri Ritonga di sela-sela kegiatan.

 

​Dengar Langsung Apirasi dan Keluhan Petani

​Tak hanya membawa solusi mengatasi perusakan tanaman padi, Kadis Pertanian yang didampingi Kabid Tanaman Pangan juga memanfaatkan momen ini untuk berdialog lesehan serta menyerap aspirasi para petani setempat secara langsung.

 

​Berbagai persoalan mendasar disampaikan para petani, mulai dari ancaman gagal panen hingga masalah pasokan air irigasi yang minim di musim tanam kali ini.

​”Selain aksi gropyokan tikus, kami juga menampung langsung berbagai permohonan dari kelompok tani. Ada beberapa poin penting yang mereka butuhkan, seperti bantuan sistem pompanisasi, penangkaran, hingga pemenuhan pasokan air,” tambah Taufiq.

​Harapan Kelompok Tani Saroha

​Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Saroha, Alwin Faisal Nasution, mengapresiasi kehadiran dan perhatian cepat Dinas Pertanian Madina.

 

Menurutnya, serangan hama tikus pada musim tanam tahun ini menjadi momok utama para petani di Saba Bondar Godang.

​”Serangan tikus musim ini benar-benar jadi kendala utama kami. Kami sangat berharap pemerintah melalui Dinas Pertanian bisa memberikan penanganan berkelanjutan agar hama ini bisa terkendali,” ungkap Alwin.

​Alwin juga menegaskan bahwa selain ancaman hama, kendala pasokan air untuk mengairi areal persawahan warga juga mendesak untuk segera ditangani.

​”Harapan kami permohonan pompanisasi yang tadi disampaikan bisa segera terealisasi demi menyelamatkan pertanaman warga dan menjaga hasil panen tetap melimpah,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *