MabesNews.TV

Media Siber Mabes RI

Jangan Sampai Dunia Membangunkan Kita, tetapi Subuh Kita Tinggalkan

Loading

Oleh: Dr. Nursalim, M.Pd.

Humas Da’i Kamtibmas Polda Kepri

 

Ada ironi dalam kehidupan yang patut kita renungkan. Kita sering merasa tidak mampu bangun untuk melaksanakan salat Subuh, tetapi mampu terjaga lebih awal ketika ada urusan dunia yang harus diselesaikan. Ketika pekerjaan memanggil, kita bangun. Ketika ada kepentingan dunia yang mendesak, kita berusaha tidak terlambat. Namun, ketika panggilan untuk menghadap Allah datang melalui azan Subuh, terkadang mata justru memilih untuk tetap terpejam.

Pertanyaannya, sesia-siakah lelah kita selama ini? Bukan karena bekerja dan mengejar kehidupan dunia itu salah. Bekerja adalah bagian dari tanggung jawab manusia. Namun, jangan sampai kesibukan dunia membuat kita lupa bahwa kehidupan ini memiliki tujuan yang jauh lebih besar daripada sekadar mengejar materi, jabatan, harta, dan kesenangan sesaat.

Kita rela mengorbankan waktu tidur demi urusan dunia, tetapi mengapa begitu berat mengorbankan beberapa menit untuk berdiri di hadapan Allah? Kita rela bangun pagi demi mengejar rezeki, tetapi terkadang lupa bahwa Allah-lah pemilik dan pemberi rezeki. Inilah yang perlu menjadi bahan introspeksi bagi setiap diri.

Dunia memang membutuhkan ikhtiar. Kita harus bekerja, belajar, membangun keluarga, menjaga amanah, dan memenuhi kebutuhan hidup. Akan tetapi, semua itu jangan sampai menggeser kewajiban kepada Allah. Jangan sampai kita begitu sibuk mengejar dunia, sementara bekal menuju akhirat justru semakin sedikit.

Pada akhirnya, dunia tidak akan kita bawa ke liang lahat. Jabatan akan ditinggalkan, harta akan berpindah tangan, rumah akan dihuni orang lain, dan kendaraan tidak akan ikut masuk ke dalam kubur. Yang tersisa hanyalah amal yang kita kerjakan. Kita akan kembali kepada Allah dengan membawa pertanggungjawaban atas apa yang telah kita lakukan selama hidup.

Karena itu, ketika azan Subuh berkumandang, jangan biarkan dunia menjadi alasan untuk tetap terlelap. Bangunlah, berwudu, dan tunaikan salat. Bisa jadi, perjuangan melawan rasa kantuk itulah salah satu bentuk kesungguhan kita dalam memenuhi panggilan Allah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *