MabesNews.TV

Media Siber Mabes RI

Lafal dan Bunyi Bahasa Indonesia: Memahami Ketepatan Pelafalan dalam Komunikasi

Loading

Mabesnews.tv, BATAM — Pembelajaran Bahasa Indonesia di kalangan mahasiswa terus diarahkan tidak hanya pada kemampuan menulis dan memahami teks, tetapi juga pada keterampilan melafalkan bahasa secara tepat. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam perkuliahan Bahasa Indonesia bagi mahasiswa Jurusan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Universitas Ibnu Sina Batam. Materi Lafal dan Bunyi Bahasa Indonesia disampaikan oleh Dr. Nursalim, M.Pd., Dosen Bahasa Indonesia Universitas Ibnu Sina Batam, bertempat di Ruang 1A.3, Gedung 401, dengan jumlah peserta sebanyak 35 mahasiswa.

Dalam pembelajaran tersebut, mahasiswa diperkenalkan pada konsep dasar fonem, yaitu satuan bunyi terkecil yang dapat membedakan makna kata. Materi juga membahas fonem vokal dan fonem konsonan sebagai unsur penting pembentuk bunyi bahasa. Pemahaman terhadap kedua kelompok bunyi tersebut diperlukan agar mahasiswa mampu membedakan pengucapan kata secara tepat serta memahami hubungan antara bunyi dan makna dalam Bahasa Indonesia.

Selain fonem, mahasiswa mempelajari diftong, yaitu gabungan dua bunyi vokal yang diucapkan dalam satu kesatuan suku kata, serta gugus konsonan, yakni dua atau lebih konsonan yang hadir secara berurutan dalam sebuah kata. Pembahasan tersebut memberikan pemahaman bahwa struktur bunyi Bahasa Indonesia memiliki pola tertentu yang perlu diperhatikan dalam pengucapan, terutama ketika mahasiswa berkomunikasi dalam situasi akademik dan profesional.

Materi berikutnya berkaitan dengan suku kata dan pola suku kata. Mahasiswa diarahkan untuk memahami bagaimana sebuah kata terbentuk dari satu atau beberapa suku kata serta bagaimana susunan vokal dan konsonan membentuk pola tertentu. Pemahaman terhadap pola suku kata membantu mahasiswa mengucapkan kata dengan lebih teratur, jelas, dan sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia.

Pembelajaran juga menguraikan pola pelafalan Bahasa Indonesia dan variasi pelafalannya. Variasi dapat muncul karena perbedaan lingkungan bahasa, kebiasaan penutur, daerah asal, maupun situasi komunikasi. Karena itu, mahasiswa perlu memahami perbedaan antara variasi pelafalan yang masih dapat ditemukan dalam penggunaan bahasa dengan pelafalan yang diperlukan dalam situasi formal dan akademik.

Pada bagian akhir, pembahasan menekankan pentingnya ketepatan pelafalan. Bagi mahasiswa K3, kemampuan menyampaikan informasi secara jelas memiliki keterkaitan dengan komunikasi di lingkungan akademik maupun dunia kerja. Pelafalan yang tepat dapat membantu mengurangi kesalahpahaman ketika menyampaikan instruksi, menjelaskan informasi keselamatan kerja, melakukan presentasi, maupun berkomunikasi secara profesional.

Materi Lafal dan Bunyi Bahasa Indonesia tersebut dipresentasikan oleh Izmi Afifah, Yunita Indasari, dan Indah Nurkhasanah, mahasiswa Jurusan Kesehatan dan Keselamatan Kerja, dengan Dr. Nursalim, M.Pd. sebagai dosen pengampu Bahasa Indonesia. Kegiatan di Ruang 1A.3 Gedung 401 dengan 35 mahasiswa itu menjadi bagian dari upaya memperkuat keterampilan berbahasa Indonesia yang baik, benar, jelas, dan efektif sebagai bekal akademik serta profesional mahasiswa.(NT).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *