![]()
Mabesnews.tv-MAJALENGKA,Gelora sportivitas, ketangguhan, dan warisan budaya Sunda menyatu dalam gelaran Majalengka Sport Jawara Pencak Silat ke-3 yang berlangsung di Alun-Alun Jatisura, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jumat (23/10/2026).
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Majalengka, H. Uju Gustawan, S.E., tampil dalam momentum pembukaan sebagai salah satu tokoh penting yang menggaungkan semangat olahraga sekaligus pelestarian seni bela diri tradisional pencak silat.
Pembukaan acara ditandai dengan pemukulan gong secara bersamaan oleh H. Uju Gustawan, anggota DPRD Abdul Toyib, dan Camat Jatiwangi Ade Anung Ilyaharja, A.Md. LLAJ, S.Sos., M.Si.
Simbol tersebut menjadi penanda dimulainya ajang yang tidak sekadar mempertandingkan kemampuan fisik, tetapi juga menghidupkan nilai disiplin, keberanian, persaudaraan, dan penghormatan terhadap tradisi.
Bagi Kadispora H. Uju Gustawan, kegiatan olahraga seperti ini memiliki arti strategis dalam membangun karakter generasi muda.
Pencak silat bukan semata-mata seni bela diri, melainkan warisan budaya yang mengajarkan pengendalian diri, keteguhan mental, sportivitas, serta keberanian untuk meraih prestasi melalui kerja keras.
Di tengah perkembangan zaman yang semakin kompetitif, ruang bagi generasi muda untuk tumbuh melalui kegiatan positif menjadi semakin penting.
Ajang Majalengka Sport Jawara Pencak Silat ke-3 pun menjadi momentum untuk mempertemukan semangat kompetisi dengan nilai-nilai luhur budaya bangsa.
Kehadiran Kadispora dalam pembukaan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam mendukung perkembangan olahraga daerah.
Pembinaan atlet tidak cukup hanya berorientasi pada kemenangan di arena, tetapi juga perlu diarahkan pada pembentukan karakter, peningkatan kemampuan, dan keberlanjutan prestasi.
Turut hadir Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Majalengka, Rachmat Kartono, S.STP., M.Si., unsur Muspika Kecamatan Jatiwangi, Karang Taruna, serta Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) yang menunjukkan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan olahraga dan budaya tersebut.
Melalui gelaran ini, Majalengka memiliki kesempatan untuk terus memperkuat identitasnya sebagai daerah yang menghargai tradisi sekaligus membuka ruang bagi lahirnya generasi muda berprestasi.
Semangat jawara diharapkan tidak berhenti pada keberanian bertanding, tetapi tumbuh menjadi karakter yang menjunjung kehormatan, persaudaraan, dan tanggung jawab.
Pada akhirnya, pencak silat mengajarkan bahwa kemenangan sejati bukan hanya tentang siapa yang paling kuat di arena, melainkan siapa yang mampu menjaga sportivitas, menghormati lawan, dan membawa nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan.
Dengan semangat tersebut, Majalengka Sport Jawara Pencak Silat ke-3 menjadi bagian dari ikhtiar merawat warisan leluhur sekaligus menyiapkan generasi muda Majalengka yang tangguh, berkarakter, dan siap mengukir prestasi.(hombing)











Leave a Reply