MabesNews.TV

Media Siber Mabes RI

Sopir MBG Malintang Bantah Arogan, Bakal Tempuh Jalur Hukum dan Laporkan Penyebar Narasi Negatif ke Polres Madina

Loading

MabesNews.tv, MANDAILING NATAL — Buntut dari video viral yang memperlihatkan perdebatan saat pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Mompang Julu pada Kamis (22/10/2026), pengemudi kendaraan operasional SPPG Malintang menegaskan akan segera membuat laporan resmi ke pihak kepolisian.

Langkah ini diambil menyusul maraknya narasi sepihak di media sosial yang dianggap mendiskreditkan dan mencap dirinya sebagai “sopir arogan”.

​Insiden tersebut bermula ketika mobil operasional SPPG Malintang melakukan pengisian BBM di SPBU Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara. Kejadian itu kemudian direkam dan disorot oleh pihak tertentu hingga memicu video viral di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, sempat terjadi dialog di mana pengemudi balik meminta identitas perekam.

 

​Menurut sang pengemudi, tindakan tersebut dilakukan bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bentuk kehati-hatian serta hak konfirmasi di lapangan guna memastikan legalitas pihak yang mengambil gambar atau meliput aktivitas kendaraan operasional tersebut.

​”Merasa nama baik saya tercemar dan mengalami tekanan mental akibat narasi negatif serta tuduhan arogan di media sosial, langkah untuk membuat laporan atau pengaduan resmi ke Polres Mandailing Natal (Madina) merupakan hak hukum bagi saya guna membersihkan nama baik dan mengusut penyebaran informasi yang dianggap menyudutkan secara sepihak,” ujar pengemudi MBG Malintang, Dedy Mulia, Minggu (25/10/2026).

​Sebelumnya, Kepala SPPG Malintang Pasar, Kecamatan Bukit Malintang, Marwan Efendi, telah memberikan klarifikasi resmi bahwa operasional kendaraan serta pengisian BBM jenis Pertalite yang dilakukan sudah sesuai dengan prosedur dan regulasi di lapangan, serta dipastikan tidak menggunakan cara-cara ilegal seperti menggunakan jerigen.

 

​Di sisi lain, informasi yang berkembang di tengah masyarakat Malintang menyebutkan adanya reaksi dari warga setempat. Sejumlah ibu-ibu pekerja dan relawan MBG Malintang dikabarkan merasa terganggu dengan narasi-narasi yang terus diunggah oleh pihak tertentu di media sosial, karena dinilai dapat mengganggu kelancaran tugas pelayanan dan pekerjaan mereka sehari-hari.

​Melalui rilis ini, pihak pengemudi berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di ruang digital serta tidak langsung mengambil kesimpulan sepihak sebelum mengetahui duduk perkara yang sebenarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *