![]()
MABESNEWS.TV | KABUPATEN TANGERANG – Pelaksanaan proyek betonisasi halaman parkir Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bappenda Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten, menuai sorotan dari sejumlah awak media. Pasalnya, kondisi material beton yang digunakan dalam pekerjaan tersebut diduga terlalu encer sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas dan ketebalan hasil pengecoran.
Sorotan tersebut muncul ketika sejumlah awak media melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek pada Sabtu (31/10/2026). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial untuk memastikan pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai dengan spesifikasi teknis dan ketentuan yang berlaku.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, awak media menemukan kondisi adukan beton yang dinilai terlalu cair. Selain itu, ketebalan pengecoran juga menjadi perhatian karena dikhawatirkan tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.
Namun demikian, dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan teknis lebih lanjut untuk memastikan apakah kualitas dan ketebalan beton benar-benar memenuhi standar pekerjaan konstruksi.
Saat dikonfirmasi di lokasi, Andika, yang disebut sebagai pengawas proyek, memberikan penjelasan mengenai pelaksanaan pekerjaan betonisasi tersebut.
Menurut Andika, proyek tersebut memiliki luas pekerjaan sekitar 429 meter persegi dengan nilai anggaran kurang lebih Rp350 juta.
“Kalau ini kemarin secara keseluruhan sudah maksimal. Pemadatan pun sudah menggunakan alat wales dan agregat yang digunakan ukuran 15,” ujar Andika kepada awak media.
Meski demikian, penjelasan tersebut belum sepenuhnya menjawab pertanyaan mengenai kualitas campuran beton, ketebalan pengecoran, serta kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis yang telah direncanakan.
Untuk mendapatkan informasi yang berimbang, awak media kemudian berupaya menghubungi pihak pelaksana proyek melalui sambungan telepon dan aplikasi WhatsApp.
Namun, hingga berita ini disusun, upaya konfirmasi tersebut belum memperoleh tanggapan yang memadai dari pihak pelaksana.
Ketidakhadiran pihak pelaksana saat awak media melakukan peninjauan juga menimbulkan pertanyaan mengenai pengawasan dan tanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Awak media berharap pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai spesifikasi teknis, mutu beton, ketebalan pengecoran, serta penggunaan anggaran dalam kegiatan tersebut.
Transparansi dan pengawasan yang optimal dinilai penting untuk memastikan setiap proyek pembangunan yang menggunakan anggaran publik dilaksanakan sesuai ketentuan, sehingga hasilnya berkualitas, aman, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek masih diberikan ruang untuk menyampaikan klarifikasi atau hak jawab guna melengkapi informasi secara berimbang.
Penulis: Usin













Leave a Reply