![]()
Batam, Mabesnews.tv – Upaya mencegah peredaran narkoba membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk lingkungan keluarga dan komunitas keagamaan. Pesan tersebut disampaikan Wakapolda Kepulauan Riau Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., saat menghadiri kegiatan Minggu Kasih di Gereja Katolik Paroki Santo Petrus, Lubuk Baja, Kota Batam, Minggu (8/11/2026).
Di hadapan umat Katolik, Wakapolda mengajak masyarakat mengambil peran aktif dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkoba, dimulai dari lingkungan keluarga.
Letak geografis Kepulauan Riau yang berada di jalur strategis Selat Malaka dan memiliki wilayah kepulauan menjadi tantangan tersendiri dalam pengawasan jalur masuk narkotika, termasuk yang berasal dari kawasan Golden Triangle. Karena itu, Wakapolda mengajak umat Katolik tidak hanya menjaga keluarga masing-masing, tetapi juga menjadi pelopor gerakan antinarkoba di lingkungan masyarakat.
Komitmen pemberantasan narkoba, lanjutnya, juga berlaku di internal kepolisian. Wakapolda menegaskan bahwa setiap personel Polri yang terbukti terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkotika akan ditindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Selain persoalan narkoba, Wakapolda turut mendorong generasi muda untuk mempersiapkan diri mengikuti seleksi penerimaan anggota Polri. Ia menyampaikan bahwa kebutuhan personel Polri, khususnya di wilayah Polda Kepri, masih cukup besar.
Karena itu, para orang tua diimbau mendukung putra-putrinya yang bercita-cita menjadi anggota Polri dengan mempersiapkan aspek kesehatan, psikologi, dan kemampuan akademik sejak dini. Wakapolda juga menegaskan bahwa proses penerimaan anggota Polri dilaksanakan secara objektif, transparan, dan terbuka tanpa praktik titipan. Polda Kepri siap memberikan pendampingan pemeriksaan awal bagi calon peserta sebagai bagian dari persiapan mengikuti tahapan seleksi.
Di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi, Wakapolda mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga diri, keluarga, serta lingkungan dari pengaruh negatif. Ia mengajak masyarakat tidak mengambil jalan pintas melalui tindakan yang bertentangan dengan hukum.
Pesan tersebut juga dikaitkan dengan homili Romo mengenai pentingnya berjaga-jaga, berdoa, dan mempersiapkan diri menyambut hari Tuhan. Wakapolda mengajak umat menerapkan nilai-nilai keimanan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap yang menjunjung tinggi keadilan, kebenaran, kedamaian, serta kepedulian terhadap sesama.
Ia menegaskan bahwa Polri hadir untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun golongan. Kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat, baik berseragam maupun tidak berseragam, merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan, kepercayaan, dan hubungan yang harmonis. Wakapolda juga menyampaikan apresiasi kepada Romo, Suster, Dewan Paroki, serta seluruh umat Gereja Katolik Santo Petrus atas sambutan dan dukungan yang diberikan.
Secara terpisah, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan Minggu Kasih merupakan implementasi Quick Wins Kapolri Nomor 1 tentang Ruang Publik Aman melalui pendekatan *Kumpul Bersama Masyarakat*. Kegiatan ini menjadi sarana bagi Polri untuk membangun komunikasi dua arah, menyerap aspirasi, serta memperkuat kemitraan dengan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Masyarakat dapat memanfaatkan Layanan Kepolisian 110 yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam untuk memperoleh bantuan maupun menyampaikan pengaduan terkait gangguan kamtibmas.
Kegiatan tersebut turut dihadiri para Pejabat Utama Polda Kepri, personel Polda Kepri, Romo, Suster, Dewan Paroki, serta umat Gereja Katolik Santo Petrus.
Melalui Minggu Kasih, Polda Kepri terus mendorong terbangunnya hubungan yang terbuka dan harmonis dengan masyarakat lintas agama. Keamanan tidak hanya bertumpu pada kehadiran aparat kepolisian, tetapi juga membutuhkan kepedulian dan partisipasi masyarakat. Semangat kebersamaan dan toleransi diharapkan semakin memperkuat upaya bersama dalam mencegah peredaran narkoba serta menjaga situasi kamtibmas di Kepulauan Riau.
(Darman)












Leave a Reply