![]()
MABESNEWS.TV — KABUPATEN TANGERANG — Aliansi Sepatan Timur menggelar aksi unjuk rasa untuk menuntut keadilan bagi seorang siswi SMAN 25 yang berlokasi di Desa Kedaung Barat, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang. Aksi tersebut berkaitan dengan dugaan pelecehan seksual yang diduga melibatkan oknum di lingkungan sekolah.
Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan tuntutan agar dugaan kasus tersebut ditangani secara serius, transparan, dan berpihak pada perlindungan korban. Mereka juga meminta pihak sekolah memberikan penjelasan yang jelas mengenai kronologi peristiwa serta langkah-langkah yang telah dilakukan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
## Pihak Sekolah Berikan Klarifikasi
Dalam keterangannya kepada awak media pada Kamis, 15 Oktober 2026, pihak sekolah menjelaskan bahwa upaya mediasi telah dilakukan dengan melibatkan sejumlah pihak, termasuk siswa, guru wali, wali kelas, guru Bimbingan dan Konseling (BK), serta pihak manajemen sekolah.
Pihak sekolah menyampaikan bahwa pendampingan terhadap para siswa dinilai penting karena mereka masih berusia di bawah umur. Oleh sebab itu, proses mediasi tidak hanya melibatkan guru dan siswa yang bersangkutan, tetapi juga menghadirkan guru wali sebagai pendamping.
Menurut pihak sekolah, guru wali memiliki peran dalam mendampingi siswa selama menempuh pendidikan, yang berbeda dengan tugas wali kelas maupun guru BK.
Selain itu, pihak sekolah menyatakan telah memanggil wali kelas, guru BK, serta guru yang disebut terlibat dalam persoalan tersebut untuk dimintai keterangan. Pihak manajemen sekolah juga turut dilibatkan dalam proses klarifikasi.
Dalam pertemuan tersebut, para pihak diberikan kesempatan untuk menyampaikan kronologi kejadian berdasarkan keterangan masing-masing. Pihak sekolah menyebutkan bahwa proses klarifikasi telah mengarah pada titik terang dan menduga persoalan tersebut berkaitan dengan kesalahpahaman.
Pihak sekolah juga menjelaskan bahwa proses penanganan dilakukan sejak Jumat, sementara Sabtu dan Minggu merupakan hari libur sekolah.
## Aliansi Sepatan Raya Minta Persoalan Ditangani Secara Transparan
Meski pihak sekolah menyampaikan bahwa persoalan tersebut diduga berawal dari kesalahpahaman, dugaan pelecehan seksual yang menjadi dasar aksi unjuk rasa tetap perlu ditangani secara serius dan objektif.
Keterangan dari seluruh pihak terkait perlu didalami agar duduk perkara menjadi jelas. Perlindungan terhadap siswi yang diduga menjadi korban, kerahasiaan identitas anak, serta pemenuhan hak-hak korban harus menjadi perhatian utama selama proses penanganan berlangsung.
Hingga berita ini disusun, penjelasan mengenai dugaan peristiwa tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada seluruh pihak terkait. Kesimpulan mengenai ada atau tidaknya tindak pelecehan seksual tidak dapat ditetapkan hanya berdasarkan pernyataan sepihak atau hasil mediasi.
Penulis: Marsin











Leave a Reply