![]()
Mabesnews.tv-Kuala Lumpur Malaysia-Ketua Himpunan Alumni AOTS JAPAN ,Sumatera,Indonesia yang juga Ketua Umum Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (ASDEKI), Khairul.Mahalli mengikuti Konferensi Japan-Malaysia-Economic Association (JAMECA) di Kuala Lumpur, 1/9/2027.
“Ya, saya mendapat undangan menghadiri konferensi JAMECA atau dikenal dengan Jameca-Majeca Joint Conference. Ini merupakan forum pertemuan ekonomi antara Jepang dan Malaysia,” ungkap Mahalli kepada media ini melalui telepon selular dari Kuala Lumpur, tadi pagi.
Wakil Ketua Umum Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) ini menjelaskan konferensi Jameca dimaksudkan meningkatkan kerjasama ekonomi meliputi perdagangan dan investasi. Kegiatan ini dihadiri para pejabat tinggi pemerintah, pimpinan bisnis terkemuka, kamar dagang, termasuk lembaga pengembangan investasi kedua negara seperti MATRADE dan MIDA
Tampil sebagai pembicara antara lain Opening Remarks – Tan Sri Azman Hashim, President of MAJECA, Opening Remarks – Mr Tsuyoshi Nagano, President of JAMECA.
Sementara Keynote Address by YB Datuk Seri Johari Abdul Ghani, Minister, Ministry of Investment, Trade and Industry (MITI), Congratulatory Message by Prime Minister of Malaysia (read by: YB Datuk Seri Johari Abdul Ghani, Minister, Ministry of Investment, Trade and Industry (MITI)), Congratulatory Message by Prime Minister of Japan (read by: H.E. Noriyuki Shikata, Ambassador of Japan.

“Forum bergengsi ini juga membahas berbagai isu global yang berkembang termasuk dampak dari perang Iran-AS-Israel,” kata Mahalli seraya melukiskan salah satu momen paling bersejarah dalam konferensi ini digelar pada 8 Februari 1982 silam.
Ketika itu lanjut Mahalli pertemuan tahunan ke-5 di Kuala Lumpur. Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad memanfaatkan forum ini dengan mengumumkan kebijakan ekonomi Dasar Pandang ke Timur (Look East Policy), yang menjadikan etika kerja sama Jepang dan Korea Selatan sebagai anutan pembangunan Malaysia.
Tak hanya itu pada pertemuan-pertemuan terbaru (seperti Konferensi Bersama ke-42 yang diadakan di Tokyo), pembahasan mencakup penguatan ketahanan rantai pasok global, kolaborasi di bidang teknologi hijau (green technology), inovasi digital, serta manufaktur tingkat lanjut di tengah ketegangan perdagangan global,” papar Mahalli yang juga praktisi bisnis ini.
Tampak YB.Datuk Seri Johan Absul Ghani
Menteri Investasi, Perdagangan dan Perindustrian Malaysia berjabat tangan dengan Khairul Mahalli- Ketua Himpunan alumni AOTS dari Indonesia.(tiar)
Ketua Himpunan Alumni AOTS, Khairul Mahalli Mengikuti Konferensi JAMECA di Kuala Lumpur
Mabesnews.com-Kuala Lumpur Malaysia-Ketua Himpunan Alumni AOTS JAPAN ,Sumatera,Indonesia yang juga Ketua Umum Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (ASDEKI), Khairul.Mahalli mengikuti Konferensi Japan-Malaysia-Economic Association (JAMECA) di Kuala Lumpur, 1/9/2027.
“Ya, saya mendapat undangan menghadiri konferensi JAMECA atau dikenal dengan Jameca-Majeca Joint Conference. Ini merupakan forum pertemuan ekonomi antara Jepang dan Malaysia,” ungkap Mahalli kepada media ini melalui telepon selular dari Kuala Lumpur, tadi pagi.
Wakil Ketua Umum Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) ini menjelaskan konferensi Jameca dimaksudkan meningkatkan kerjasama ekonomi meliputi perdagangan dan investasi. Kegiatan ini dihadiri para pejabat tinggi pemerintah, pimpinan bisnis terkemuka, kamar dagang, termasuk lembaga pengembangan investasi kedua negara seperti MATRADE dan MIDA
Tampil sebagai pembicara antara lain Opening Remarks – Tan Sri Azman Hashim, President of MAJECA, Opening Remarks – Mr Tsuyoshi Nagano, President of JAMECA.
Sementara Keynote Address by YB Datuk Seri Johari Abdul Ghani, Minister, Ministry of Investment, Trade and Industry (MITI), Congratulatory Message by Prime Minister of Malaysia (read by: YB Datuk Seri Johari Abdul Ghani, Minister, Ministry of Investment, Trade and Industry (MITI)), Congratulatory Message by Prime Minister of Japan
(read by: H.E. Noriyuki Shikata, Ambassador of Japan.
“Forum bergengsi ini juga membahas berbagai isu global yang berkembang termasuk dampak dari perang Iran-AS-Israel,” kata Mahalli seraya melukiskan salah satu momen paling bersejarah dalam konferensi ini digelar pada 8 Februari 1982 silam.
Ketika itu lanjut Mahalli pertemuan tahunan ke-5 di Kuala Lumpur. Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad memanfaatkan forum ini dengan mengumumkan kebijakan ekonomi Dasar Pandang ke Timur (Look East Policy), yang menjadikan etika kerja sama Jepang dan Korea Selatan sebagai anutan pembangunan Malaysia.
Tak hanya itu pada pertemuan-pertemuan terbaru (seperti Konferensi Bersama ke-42 yang diadakan di Tokyo), pembahasan mencakup penguatan ketahanan rantai pasok global, kolaborasi di bidang teknologi hijau (green technology), inovasi digital, serta manufaktur tingkat lanjut di tengah ketegangan perdagangan global,” papar Mahalli yang juga praktisi bisnis ini.
Tampak YB.Datuk Seri Johan Absul Ghani
Menteri Investasi, Perdagangan dan Perindustrian Malaysia berjabat tangan dengan Khairul Mahalli- Ketua Himpunan alumni AOTS dari Indonesia.(tiar)











Leave a Reply