MabesNews.TV

Media Siber Mabes RI

Pasokan BBM & Gas Melon Langka di Situbondo, Diduga Ada Alihkan ke Tengkulak — Publik Minta Pemda Usut Tuntas

Loading

Mabestv.Newsz.id, SITUBONDO — Selama hampir sepekan terakhir, masyarakat Kabupaten Situbondo dilanda kelangkaan pasokan Gas Melon 3 kilogram serta Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax. Kelangkaan ini menyusul terganggunya suplai dari Depo Banyuwangi sejak awal September 2026, namun dampak kekosongan yang berlangsung lama dinilai mencurigakan.

 

Kekurangan stok BBM bersubsidi ini terkesan janggal, mengingat munculnya dugaan praktik perantara atau tengkulak yang menguasai pasokan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Situbondo.

 

Berdasarkan pantauan warga dan awak media, di SPBU Kapongan terlihat antrean sepeda motor serta kehadiran armada kendaraan yang diduga milik pihak perantara untuk mengambil BBM dalam jumlah besar. Hal serupa juga teramati di SPBU 54.683.09 Situbondo serta lokasi lain pada jam-jam tertentu.

 

Pada Rabu, 16 September 2026 sekitar pukul 11.30 WIB, praktik tersebut kembali terlihat jelas di SPBU Desa Wringin Anom, Kecamatan Panarukan. Antrean sepeda motor diduga digunakan untuk mengumpulkan Pertalite yang kemudian dialihkan kepada pembeli perantara. Praktek ini disinyalir berjalan atas kesepakatan bersama oknum pengelola SPBU, bahkan diduga mendapat pengamanan dari pihak terkait.

 

Fakta-fakta ini memunculkan pertanyaan publik: di mana fungsi pengawasan penyaluran BBM bersubsidi yang pernah dijanjikan Pemerintah Kabupaten Situbondo? Janji pengawasan menyeluruh ternyata belum menampakkan hasil nyata.

 

Apabila dugaan ini terbukti benar bahwa terjadi penyimpangan dan pengalihan BBM bersubsidi kepada tengkulak, maka Pemerintah Kabupaten Situbondo wajib segera melakukan langkah preventif yang nyata agar krisis tidak terulang kembali. Masyarakat meminta dilakukan investigasi menyeluruh serta perbaikan sistem pengawasan internal di seluruh SPBU, agar kelangkaan yang merugikan rakyat tidak terjadi untuk ketiga kalinya.

(Tim / I’m)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *