MabesNews.TV

Media Siber Mabes RI

Tembus Medan Berat Pedalaman Tapsel, Anggota DPRD Sumut Aswin Parinduri Serap Aspirasi Warga Aek Sabatang Menek

Loading

MabesNews.tv, ANGKOLA SANGKUNUR,TAPANULI SELATAN, (27 September 2026) – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, H. Aswin Parinduri, SH, MH, melaksanakan kegiatan Reses I Masa Sidang III Tahun 2026–2027 di Lingkungan V Aek Sabatang Menek, Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Minggu (27/9). Kehadiran legislator asal Partai Golkar ini bertujuan untuk mendengar dan memperjuangkan langsung aspirasi masyarakat pedalaman terkait infrastruktur jalan, listrik, hingga fasilitas kesehatan.

​Dalam pertemuan tersebut, masyarakat Aek Sabatang Menek melalui Kepala Lingkungan V, Agus Laia, dan tokoh masyarakat, Sokhi Nduru, menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak. Prioritas utama yang diaspirasikan meliputi perbaikan akses jalan perkampungan, pengadaan jaringan listrik PLN, pembangunan rumah ibadah, serta penyediaan fasilitas kesehatan seperti Puskesmas Pembantu (Pustu).

 

​Menanggapi hal tersebut, Aswin Parinduri yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sumut menegaskan komitmennya untuk membawa dan mengawal usulan warga dalam forum pembatasan pembangunan tingkat provinsi. Menurutnya, reses merupakan instrumen penting guna memastikan pembangunan dirasakan secara merata hingga ke wilayah terisolir.

 

​”Meskipun akses jalan terbatas, sebagai wakil rakyat saya berkewajiban hadir dan mendengarkan langsung keluhan masyarakat. Walau medannya tidak mudah, ini bagian dari tanggung jawab moral kami di DPRD untuk memperjuangkan aspirasi yang menjadi kewenangan provinsi,” ujar Aswin di hadapan warga.

 

​Perjalanan menuju Aek Sabatang Menek menuntut perjuangan ekstra. Rombongan yang didampingi Ketua DPRD Tapsel, H. Rahmat Nasution, harus menempuh medan berat selama dua jam menggunakan kendaraan double cabin (4 \times 4) dari persimpangan Jalan Batangtoru–Singkuang. Akses berupa jalan berbatu, berlumpur, tanjakan terjal, hingga jembatan darurat menyeberangi sungai sempat membuat kendaraan rombongan tersangkut di tanjakan licin saat perjalanan pulang, sebelum akhirnya berhasil dievakuasi bergotong-royong oleh puluhan warga setempat.

 

​Setibanya di lokasi, rombongan disambut antusias oleh sekitar 250 kepala keluarga (sekitar 600 jiwa) yang mendiami wilayah tersebut. Penyerahan pengalungan bunga serta pementasan Tari Femeapo—tarian adat khas Nias untuk penghormatan tamu agung—menjadi simbol harapan besar warga terhadap kehadiran wakil rakyat mereka.

​Melalui penyerapan aspirasi ini, Aswin Parinduri berkomitmen memilah dan mensinergikan usulan warga sesuai kewenangan, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, agar percepatan pembangunan di kawasan pedalaman Angkola Sangkunur dapat segera terealisasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *