![]()
MabesNews.tv, BATAM, Kamis, 1 Oktober 2026 — Pertemuan yang berlangsung secara sederhana di atas kapal menuju Batam berubah menjadi ruang diskusi yang penuh inspirasi ketika tiga doktor, Dr. Abdul Basir, S.Ag., M.Pd., Dr. M. Nur Rahman, S.Ag., M.Pd., dan Dr. Nursalim, M.Pd., berbagi pengalaman, pemikiran, serta refleksi tentang kehidupan dan pengabdian kepada masyarakat.
Dr. Abdul Basir, S.Ag., M.Pd. menceritakan pengalamannya mengikuti International Grand Imams Conference (IGIC) yang diselenggarakan di Grand Sahid Jaya Jakarta pada 25–28 September 2026. Kegiatan tersebut diikuti peserta dari 40 negara serta perwakilan dari 34 provinsi di Indonesia. Menurut Abdul Basir, forum internasional tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat peran tokoh agama dalam membangun perdamaian dunia melalui pendekatan bahasa dan nilai-nilai agama.
“Pengalaman mengikuti IGIC memberikan wawasan bahwa agama memiliki peran yang sangat penting dalam membangun perdamaian. Bahasa agama harus mampu menjadi jembatan yang mempertemukan manusia, bukan menjadi sekat yang memisahkan,” ujar Dr. Abdul Basir dalam perbincangan tersebut.
Sementara itu, Dr. M. Nur Rahman, S.Ag., M.Pd. mengungkapkan bahwa pertemuan dengan Dr. Abdul Basir dan Dr. Nursalim di perjalanan menuju Batam memberikan inspirasi tersendiri. Baginya, pertemuan tersebut menjadi pengingat untuk senantiasa berpikir positif dan menumbuhkan keyakinan yang kuat kepada Allah Swt. dalam menjalani setiap langkah kehidupan.
“Pertemuan hari ini bersama Dr. Basir dan Dr. Nursalim sangat menginspirasi. Kita harus terus berpikir positif kepada Allah Swt. dan menjalani kehidupan dengan penuh keyakinan, ikhtiar, serta rasa syukur,” ungkap Dr. M. Nur Rahman.
Dr. Nursalim, M.Pd. kemudian memberikan refleksi sederhana namun bermakna. Menurutnya, dunia terkadang terasa sangat luas, tetapi pada saat tertentu justru terasa begitu sempit karena mempertemukan orang-orang dari latar belakang pengalaman yang berbeda dalam satu ruang dan waktu.
“Dunia ini ternyata sangat sempit. Kita tidak pernah merencanakan bertemu di kapal ini, tetapi Allah Swt. mempertemukan kami dalam perjalanan menuju Batam. Pertemuan seperti ini bukan sekadar kebetulan, melainkan kesempatan untuk saling berbagi pengalaman, ilmu, dan inspirasi,” kata Dr. Nursalim.
Pertemuan ketiga doktor tersebut menunjukkan bahwa perjalanan tidak selalu sekadar perpindahan dari satu tempat ke tempat lain. Di tengah perjalanan, dapat lahir percakapan yang memperkaya wawasan, memperkuat silaturahmi, dan menghadirkan refleksi tentang makna pengabdian. Pengalaman Abdul Basir di forum internasional, refleksi spiritual Nur Rahman, serta pandangan Nursalim tentang sempitnya dunia berpadu menjadi percakapan yang sarat nilai.
Pertemuan di atas kapal menuju Batam pada Kamis, 1 Oktober 2026, akhirnya menjadi sebuah momentum silaturahmi yang sederhana tetapi bermakna. Tiga doktor tersebut tidak hanya berbagi cerita tentang perjalanan masing-masing, tetapi juga menemukan satu titik temu: ilmu, pengalaman, dan keyakinan kepada Allah Swt. dapat menjadi kekuatan untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan kehidupan.












Leave a Reply