![]()
Mabesnews.TV-Banda Aceh- Pemerintah paling tidak harus mendorong PT Pos Indonesia (Persero) untuk lebih mempercepat langkah dalam penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh.
Pemerintah sudah mempercayakan PT Pos indonesia untuk menyalurkan bantuan tersebut, namun masyarakat berdampak bencana menilai penyaluran bantuan tersebut terkesan lamban.
Hal itu diungkapkan, pemerhati sosial, ekonomi dan hukum, Sopian Adami,SH saat berbicara kepada media ini melalui telepon selular dari Banda Aceh, Senin 26/10/2026.

Putra Aceh ini menyatakan pihaknya sering mendengar keluhan masyarakat berdampak bencana tentang lambannya penyaluran bantuan sosial dari pemerintah itu yang seharusnya lebih dilakukan lebih ligat lagi.
“Bayangkan, hampir setahun.pasca banjir bandang ternyata masih banyak masyarakat di berbagai desa di Aceh mengaku belum menerima bantuan dari pemerintah pusat itu. Karena diharapkan lebih cepat disalurkan,” ujar Sopian Adami, pengacara kondang ini.
Justru itu, Sopian Adami yang juga salah seorang pimpinan dari DPP Partai Aceh (PA) berharap PT Pos Indonesia lebih mengebut langkah dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat berdampak bencana di Aceh.
Namun, Sopian Adami mengakui ada kabupaten di Aceh seperti Aceh Utara penyaluran bantuan kepada masyarakat berdampak bencana berjalan lancar. Sedangkan beberapa kabupaten lain seperi Bireuen tergolong lamban.
“Seperti kita ketahui Menteri Sosial,.Saifullah Yusuf menyebutkan bantuan yang disalurkan merupakan Bantuan Sosial Adaptif khusus kebencanaan yang diberikan kepada masyarakat terdampak langsung bencana. Bantuan ini terdiri Bantuan Isian Hunian (BIH) sebesar Rp3 juta serta Bantuan Stimulan Sosial Ekonomi (BSSE) sebesar Rp5 juta bagi keluarga penerima manfaa,” ujar Sopian.
Sementara itu Posindonesia.co.id melansir berdasarkan data yang telah diverifikasi, lanjut Sopian tercatat 67.886 keluarga penerima manfaat (KPM) yang akan menerima kedua jenis bantuan. Total anggaran lebih dari Rp543 miliar. Bahkan pemerintah juga menyalurkan bantuan jaminan hidup kepada 248.588 individu, masing-masing sebesar Rp450 ribu per bulan selama tiga bulan.
Pada tahap awal, penugasan penyaluran diberikan kepada PT Pos Indonesia untuk 38.070 keluarga penerima manfaat dengan total anggaran sekitar Rp304,56 miliar untuk bantuan BIH dan BSSE. Sementara itu, bantuan jaminan hidup disalurkan kepada 143.496 penerima manfaat dengan nilai sekitar Rp193,7 miliar.
Plt. Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), Haris mengatakan bahwa Pos Indonesia telah menyiapkan berbagai langkah percepatan agar bantuan dapat segera diterima masyarakat.(bay)












Leave a Reply