MabesNews.TV

Media Siber Mabes RI

Dr Saifuddin AW,SH,SE,MH,MA : Teladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Kehidupan Sehari-hari

Loading

Mabesnews.TV-Medan-Dr Saifuddin AW,SH,SE,MH,MA tampil menjadi penceramah pada Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, di Masjid Samudera Pasai Aceh Sepakat Sumatera Utara, DPC XXVII Percut Sei Tuan, Dayah Madinatul Diniyah Raudhatul Huda, Ahad 1 November 2026.

Peringatan hari kelahiran junjungan alam ini bertema ‘Meneladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Kehidupan Sehari-sehari”.

“Insha Allah, saya akan mengupas bagaimana seharusnya kita meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan kita di dunia ini agar mampu menjadi insan kamil yang senantiasa mendapat kasih sayang Allah SWT,” ujar Ustadz Didin, panggilan akrab Saifuddin AW saat berbicara kepada awak media ini di Medan, Selasa 27/10/2026.

Ketua Bidang Hukum Aceh Sepakat Sumatera Utara ini melukiskan bahwa Rasulullah SAW adalah teladan utama (uswatun hasanah). Akhlak beliau merupakan cerminan dari nilai-nilai Al-Qur’anulkarim.

“Dalam kehidupan sehari-hari, akhlak Rasulullah dapat diterapkan melalui beberapa hal : Pertama Jujur dan dapat dipercaya (Shiddiq dan Amanah). Sebagai umat Nabi Muhammad SAW, kita harus berupaya meneladaninya,” kata Ustadz Didin.

Bahkan yang tak kalah pentingnya Rasulullah berkata jujur: Selalu menyampaikan kebenaran dalam perkataan maupun perbuatan, serta menghindari dusta atau hoaks (terutama di media sosial).

“Selain itu Rasulullah menjaga amanah dan bertanggung jawab terhadap setiap titipan, pekerjaan, serta janji yang telah diucapkan. Itu sebabnya dalam kehidupan kita bermasyarakat, berbangsa dan bernegara paling vital menjaga amanah.Termasuk tidak sekali-kali melakukan korupsi,” ingat Ustadz Didin menjabarkannya.

Rasulullah adalah insan yang paling kasih sayang dan memiliki kepedulian sosial tinggi. Penyayang kepada sesama: Menyayangi keluarga, tetangga, anak yatim, serta kaum dhuafa.

“Tak hanya, junjungan kita juga gemar berbagi: Rutin bersedekah, membantu orang yang sedang kesulitan, dan menebar manfaat bagi lingkungan sekitar,” papar Ustadz Didin yang juga Sekretaris Umum Majelis Adat Aceh (MAA) Sumatera Utara ini.

Rasulullah selalu rendah hati dan pemaaf (Tawadhu’).Tidak sombong: Memperlakukan semua orang dengan setara tanpa memandang status sosial, kedudukan, atau kekayaan.Pemaaf: bersikap lembut, tidak mudah mendendam, dan memaafkan orang yang pernah berbuat salah.

“Kemudian sifat sabar dan lemah lembut tidak asing lagi bagi Rasulullah. Sifat ini yang harus kita teladani. Termasuk sabar dalam ujian menghadapi berbagai masalah kita hadapi dalam kehidupan ini. Bahkan yang tak kalah penting bagaimana dalam bermasyarakat, berteman kita harus santun bertutur kata. Berbicara lemah lembut dan ramah kepada siapa saja. Inilah antara lain yang perlu kita teladani Rasulullah SAW,” pungkas Ustadz Didin.(tiar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *