MabesNews.TV

Media Siber Mabes RI

Petakan Risiko dan Kebutuhan Pembinaan, Lapas Kuningan Laksanakan Assessment bagi 24 Warga Binaan

Loading

MabesNews.tv, KUNINGAN, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan melaksanakan assessment risiko terhadap Warga Binaan yang ditempatkan di Blok Maksimum Security, Selasa (6/10). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemetaan tingkat risiko dan kebutuhan pembinaan Warga Binaan.

Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan assessment terhadap masing-masing Warga Binaan dengan memperhatikan berbagai aspek yang berkaitan dengan tingkat risiko serta kebutuhan pembinaan. Hasil assessment menjadi bagian dari proses pemetaan untuk mendukung pemberian program pembinaan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing Warga Binaan.

Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Kelas IIA Kuningan, Kusrin Yusyuf, menyampaikan bahwa assessment risiko menjadi salah satu tahapan penting dalam menentukan kebutuhan pembinaan yang tepat bagi setiap Warga Binaan.

“Setiap Warga Binaan memiliki kondisi, karakteristik, dan kebutuhan pembinaan yang berbeda. Karena itu, hasil assessment risiko sangat penting sebagai dasar bagi kami dalam menentukan bentuk dan program pembinaan yang sesuai,” ujar Kusrin.

Sementara itu, Assessor Lapas Kelas IIA Kuningan, M. Fahdanu Latif, menjelaskan bahwa proses assessment dilakukan secara terstruktur dengan menggali informasi dan kondisi Warga Binaan untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat risiko serta kebutuhan pembinaan.

“Dalam proses assessment, kami berupaya menggali informasi secara objektif dan menyeluruh dari masing-masing Warga Binaan. Hasilnya kemudian menjadi bahan untuk melihat tingkat risiko dan kebutuhan pembinaan yang perlu mendapatkan perhatian,” jelas Tim Assessor.

Fahdanu menambahkan bahwa hasil assessment perlu ditindaklanjuti melalui program pembinaan yang sesuai dan dilakukan secara berkelanjutan.

“Assessment bukan hanya untuk menentukan tingkat risiko, tetapi juga menjadi dasar dalam memberikan intervensi dan pembinaan yang tepat. Karena itu, hasil assessment perlu ditindaklanjuti melalui program pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing Warga Binaan,” tambahnya.

Menurut Kusrin, pemetaan risiko yang dilakukan secara terukur juga dapat membantu petugas dalam mengevaluasi kebutuhan pembinaan secara berkelanjutan.

“Melalui assessment yang dilakukan secara terukur, kami berharap program pembinaan dapat diberikan secara lebih tepat sasaran, sehingga setiap Warga Binaan mendapatkan proses pembinaan sesuai dengan tingkat risiko dan kebutuhannya,” tambah Kusrin.

Seluruh rangkaian assessment terhadap 24 orang Warga Binaan tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Hasil assessment selanjutnya menjadi bahan pertimbangan dalam pelaksanaan pembinaan dan penanganan Warga Binaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Lapas Kelas IIA Kuningan berkomitmen untuk terus melakukan pemetaan risiko dan kebutuhan pembinaan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mewujudkan pelaksanaan pemasyarakatan yang profesional, terukur, dan berorientasi pada perubahan perilaku Warga Binaan.

 

Ayep Kabiro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *