![]()
MABESNEWS.TV|Sebuah tanggul penahan di aliran Aek Bolon dilaporkan ambruk meski baru sekitar dua tahun selesai dibangun. Kerusakan tersebut memicu keprihatinan warga yang mempertanyakan kualitas pekerjaan proyek tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sebagian besar badan tanggul mengalami keruntuhan. Struktur beton tampak pecah dan ambles sehingga dikhawatirkan tidak lagi mampu menahan arus air, terutama saat debit sungai meningkat.
Sejumlah warga menduga kerusakan itu terjadi akibat kualitas pekerjaan yang tidak memenuhi spesifikasi teknis. Menurut mereka, campuran semen dan pasir diduga tidak sesuai standar sehingga konstruksi tidak cukup kuat menahan gerusan air.
“Baru sekitar dua tahun dikerjakan, tetapi tanggul sudah ambruk. Kami menduga kualitas pekerjaannya kurang baik,” ujar salah seorang warga.
Meski demikian, dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan teknis oleh instansi yang berwenang. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun pemerintah mengenai penyebab pasti robohnya tanggul tersebut.
Warga berharap pemerintah daerah, dinas terkait, serta aparat penegak hukum segera turun ke lapangan untuk melakukan investigasi terhadap kondisi bangunan, termasuk mengaudit kualitas pekerjaan dan penggunaan anggaran apabila ditemukan indikasi ketidaksesuaian dengan spesifikasi teknis.
Selain mengancam keselamatan masyarakat, ambruknya tanggul juga dikhawatirkan dapat memperparah dampak banjir dan erosi di sekitar kawasan Aek Bolon apabila tidak segera diperbaiki.
Masyarakat meminta agar hasil pemeriksaan disampaikan secara terbuka kepada publik. Apabila ditemukan adanya kelalaian atau penyimpangan dalam pelaksanaan proyek, mereka berharap pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Sebaliknya, apabila kerusakan disebabkan faktor alam atau penyebab lain yang dapat dipertanggungjawabkan secara teknis, hasil pemeriksaan tersebut juga diharapkan disampaikan secara transparan untuk menghindari spekulasi di tengah masyarakat.
Maruli. P. Marpaung














Leave a Reply