![]()
Oleh: Abdul Rachman Sappara
Rasulullah ﷺ memberikan peringatan yang sangat tegas kepada setiap pemimpin. Kepemimpinan bukan sekadar kedudukan atau kehormatan, melainkan amanah besar yang kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt.
Dari Abu Ya’la Ma’qil bin Yasar r.a., Rasulullah ﷺ bersabda:
> *”Tidaklah seorang hamba yang diberi Allah amanah untuk memimpin rakyat, lalu ia meninggal dunia dalam keadaan menipu rakyatnya, melainkan Allah mengharamkan surga baginya.”*
> **(HR. Bukhari dan Muslim)**
Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan pula:
> *”Seorang pemimpin yang mengurusi urusan kaum Muslimin, namun tidak bersungguh-sungguh memperhatikan dan memberi nasihat kepada mereka, maka ia tidak akan masuk surga bersama mereka.”*
> **(HR. Muslim)**
Hadis-hadis tersebut mengajarkan bahwa seorang pemimpin wajib bersikap jujur, adil, amanah, serta mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun golongan. Kekuasaan bukanlah hak untuk dilayani, melainkan amanah untuk melayani.
Pemimpin yang mengabaikan amanah, menyalahgunakan jabatan, atau mengkhianati kepercayaan rakyat telah melakukan dosa yang sangat besar. Sebaliknya, pemimpin yang menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan, keadilan, dan tanggung jawab akan memperoleh kemuliaan di sisi Allah Swt.
Oleh karena itu, setiap pemimpin hendaknya menjadikan sabda Rasulullah ﷺ ini sebagai cermin untuk terus melakukan introspeksi, memperbaiki diri, menegakkan keadilan, serta menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat. Sebab, kepemimpinan yang sejati tidak diukur dari lamanya seseorang berkuasa, melainkan dari besarnya manfaat yang dirasakan oleh umat serta pertanggungjawabannya di hadapan Allah Swt.











Leave a Reply