MabesNews.TV

Media Siber Mabes RI

BADAN MUSYAWARAH KELUARGA JAMBI KOTA BATAM MENGGELAR MUSYDA YANG PERTAMA

Loading

Oleh : Syamsul Ibrahim

Apa yang melatarbelakangi BMKJ Kota Batam menyelenggarakan Musyda kali ini

Musyda merupakan amanat organisasi yang menjadi Lembaga Permusyawaratan Tertinggi BMKJ Kota Batam, dilaksanakan setiap 4 tahun, sebagaimana diatur dalam ketentuan BAB XVIII Pasal 50 Anggaran Rumah Tangga BMKJ. Atas dasar hal itulah maka setiap jenjang Kepengurusan BMKJ wajib menyelenggarakan Musyawarah untuk mengakhiri masa jabatannya, yakni di tingkat nasional disebut MUNAS, di tingkat provinsi disebut Musywil, ditingkat kab/kota disebut Musyda dan di tingkat kecamatan disebut Musycab.

 

*_Apa tujuan utama yang ingin dicapai melalui pelaksanaan Musyda BMKJ Kota Batam._*

 

Merujuk ketentuan BAB XVIII Pasal 53 Anggaran Rumah Tangga BMKJ, maka Musyda mempunyai tugas dan wewenang setidaknya dalam 3 hal. Pertama, Mengevaluasi pelaksanaan program dalam 5 tahun berjalan melalui penyampaian Laporan pertanggungjawaban Pengurus. Dalam hal ini wakil-wakil peserta Musyda akan menyampaikan tanggapan terhadap laporan pertanggungjawaban tersebut dengan memberikan catatan sejauhmana progress yang telah dicapai. Kedua, Hasil evaluasi atas pelaksanaan program 5 tahun berjalan akan digunakan untuk menyusun kebijakan dalam penetapan program 5 tahun ke depan. Ketiga, memastikan program yang disusun tersebut dapat berjalan dengan sebaik-baiknya, maka Musyda berwenang menunjuk dalam arti memilih Pengurus baru yang bertanggungjawab merealisasikan program yang dimaksud.

 

*_Kapan dan di mana Musyda akan dilaksanakan dan siapa saja yang berhak mengikuti Musyda tersebut._*

 

Insya Allah Musyda I BMKJ Kota Batam akan dilaksanakan pada Hari Sabtu, 12 September 2026 di Auditorium Kantor Kementerian Agama Kota Batam, Jl. Masjid Baiturrahman No. 2 Sekupang Batam.

 

Berdasarkan ketentuan BAB XVIII Pasal 51 Anggaran Rumah Tangga, maka Musyda akan dihadiri oleh DPD BMKJ Kota Batam di tambah Utusan-utusan yang terdiri dari : Utusan DPN BMKJ, Utusan DPW BMKJ Kepri, Utusan Dewan Penasehat, Dewan Pembina, Dewan Pengawas dan Dewan Pakar, serta Badan Khusus BMKJ Kota Batam. Dalam Musyda kali ini Panitia telah menambahkan unsur peserta yakni : Utusan DPC BMKJ Kecamatan se-Kota Batam, Utusan Organisasi Inti dan Organisasi sayap.

 

Organisasi Inti adalah Organisasi Kekeluargaan Kab/Kota yang ada di Provinsi Jambi yang meliputi : Ikatan Keluarga yang selanjutnya cukup disebut IKA yakni IKA Kota Jambi, Kota Sungai Penuh, Kab. Batanghari, Kab. Merangin, Kab. Sarolangun, Kab. Muaro Jambi, Kab. Muaro Bungo, Kab. Tebo, Kab. Tanjabtim, Kab. Tanjabbar dan Kab. Kerinci, masing-masing akan mengirim utusan sebanyak 3 orang.

 

Sedangkan organisasi sayap adalah organisasi otonom BMKJ yang didasarkan kepada kesamaan profesi, gender, maupun status, seperti : Persatuan Wanita Jambi, Persatuan Pemuda Jambi, Persatuan Mahasiswa Jambi, Persatuan Pelajar Jambi, Korpus Muballigh Jambi, Ikatan Qori’-Qori’ah Jambi, dll.

 

*_Berapa jumlah peserta Musyda._*

 

Berdasarkan komposisi peserta sebagaimana dimaksud, maka Keseluruhan peserta Musyda diperkirakan mencapai 152 orang.

 

*_Apa saja agenda Musyda selain memilih Ketua dan Pengurus baru_*

 

Sebagaimana kami jelaskan sebelumnya maka agenda Musyda pada prinsipnya dibagi dalam 3 pembahasan. Pertama, pembahasan mengenai aturan main Musyda itu sendiri yang meliputi tentang Jadual, Tata Tertib dan pemilihan Pimpinan Musyda atau Pimpinan sidang. Kedua, pembahasan mengenai evaluasi menyeluruh organisasi dalam 5 tahun terakhir, yang meliputi : evaluasi kepengurusan, administrasi, keuangan dan realitas kegiatan. Ketiga, Penyusunan format Struktur Organisasi, Program Kerja dan Rekomendasi Organisasi baik internal maupun external. Semua pembahasan tersebut akan dibagi dalam 3 komisi dan karenanya akan dibentuk Komisi-komisi sebagai perangkat kerja Musyda.

 

*_Apakah dalam Musyda kali ini juga akan dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Kerja Kepengurusan sebelumnya._*

 

Ya, sebagaimana sudah kami jelaskan di atas.

 

*_Jika ya, apa yang menjadi catatan penting_*

 

Pertama, akan dilihat apakah perjalanan organisasi dalam 5 tahun terakhir mengalami kemajuan atau kemunduran apabila dibanding dengan periode sebelumnya. Kedua, Hasil yang dicapai oleh pengurus periode sebelumnya baik berupa kekayaan materi maupun kekayaan intelektual akan diaudit dalam arti diverifikasi, jika terdapat kemungkinan terjadi kerugian organisasi akibat kelalaian maka pihak yang melakukan kelalaian diwajibkan bertanggungjawab.

 

*_Apa kriteria atau harapan panitia terhadap sosok yang nantinya akan memimpin BMKJ Batam?_*

 

Secara explisit AD/ART tidak mengatur ketentuan spesifik mengenai kriteria calon Ketua atau calon pengurus, karenanya kriteria tersebut disusun oleh Panitia untuk menjadi salah satu ketentuan yang diatur dalam Tata Tertib Musyda. Kriteria umum yang harus dipenuhi oleh seseorang yang ingin menjadi Pengurus BMKJ Kota Batam antara lain : telah menjadi anggota dalam arti bagian dari warga dan keluarga besar perantauan Jambi yang berdomisili di Batam, pernah menjadi Pengurus BMKJ atau sekurang-kurangnya pernah terlibat dalam Kepanitiaan kegiatan BMKJ, cakap dan mampu menjalankan tugas sebagai Pengurus, berintegritas dan memiliki komitmen yang tinggi. Sedangkan khusus calon Ketua wajib memenuhi persyaratan tidak rangkap jabatan baik sebagai Ketua atau Pengurus harian pada jenjang yang berbeda baik jenjang di atasnya maupun di bawahnya. Kriteria lain yang dipertimbangkan adalah tidak pernah dinyatakan sebagai terpidana oleh Pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap.

 

*_Bagaimana panitia memastikan pelaksanaan Musda berlangsung demokratis, tertib, dan sesuai dengan aturan organisasi?_*

 

Dengan mematuhi kesepakatan berupa Tata Tertib dan aturan-aturan Musyda.

 

*_Apa persoalan atau tantangan utama yang saat ini dihadapi keluarga Jambi di Kota Batam yang diharapkan dapat dibahas dalam Musda?_*

 

Saya kira tantangan terberat yang di hadapi BMKJ ke depan adalah menyolidkan konsolidasi organisasi, dengan membentuk dan mengoptimalkan perangkat organisasi, seperti penguatan organisasi inti, organisasi sayap, badan khusus dan penuntasan pembentukan jenjang organisasi hingga ke level terendah.

 

Tantangan lainnya adalah bagaimana BMKJ mengkonsolidasi warga asal Jambi yang kini menetap di Batam yang jumlahnya diperkirakan telah mencapai sekitar 50.000 orang. Saya pernah membaur dengan warga Jambi yang menetap di Nongsa tidak menduga ada seorang politisi yang berkata bahwa ia berhasil lolos duduk di DPRD Kota Batam karena mendulang suara warga Jambi di dapilnya, yang diperkirakan mencapai lebih dari 3000 orang, meskipun ia dengan jujur mengaku bukan orang Jambi, tapi memiliki kedekatan emosional dengan warga Jambi setempat. Ini satu fakta bahwa jumlah warga Jambi yang besar bisa menjadi kekuatan sekaligus bisa pula menjadi beban, di sinilah BMKJ harus menggali potensi warga Jambi untuk diarahkan menyukseskan tujuan organisasi.

 

*_Sejauh mana BMKJ selama ini berperan dalam menjaga silaturahmi dan kekompakan masyarakat asal Jambi di Batam?_*

 

Pada dasarnya semua komponen dan elemen warga Jambi dapat pula dibilang sebagai warga BMKJ, dan karenanya sukses yang mereka capai merupakan sukses BMKJ pula. Seperti yang dilakukan oleh budak-budak komunitas Kampung Luat (sebuah desa di Tanjabtim) mereka membentuk komunitas yang kepengurusannya sudah merambah hingga ke tingkat Provinsi Kepri, melakukan penggalangan dana kemunusiaan, seperti bantuan Palestina, korban bencana alam, dsb. menariknya lagi mereka selalu memberikan sentuhan sosial kepada warganya yang sakit, yang sedang mengalami masalah ekonomi, dll melalui patungan dan sokongan secara gotong royong. Ini yang terlihat dan saya kira semua komunitas warga Jambi juga melakukan hal yang sama. Itulah yang saya maksud bahwa sukses BMKJ ketika organ yang bernaung di dalamnya berperan secara bersama-sama.

 

*_Apakah Musda akan menghasilkan program kerja baru yang berkaitan dengan bidang sosial, budaya, ekonomi, pendidikan, atau pemberdayaan masyarakat?_*

 

Ya, dalam Rancangan Program yang disusun Panitia semua spectrum tersebut sudah terpenuhi. Bahkan ke depan BMKJ perlu membentuk badan usaha seperti Koperasi atau BMT, membentuk Kelompok Sadar Wisata untuk mendukung program Kepariwisataan di Batam, dll.

 

*_Bagaimana keterlibatan generasi muda dalam kepengurusan BMKJ ke depan?_*

 

Hampir 90% komposisi kepengurusan BMKJ baik di tingkat provinsi, kab/kota dan kecamatan di Kepri diisi oleh kelompok usia produktif, dalam arti kelompok pemuda, Inilah yang menjadi potensi menarik dari BMKJ bahwa orang-orang muda selalu punya visi ke depan, senang dengan tantangan dan menikmati hiruk pikuk demokrasi tanpa merasa terbebani terutama dari sisi mental. Mereka juga berkontribusi dalam berbagai lapangan karena memiliki latar belakang sebagai anak kini, konteks kekinian itulah yang menjadi modal dasar BMKJ kedepan.

 

*_Apa harapan panitia terhadap kepengurusan BMKJ yang akan terpilih nantinya?_*

 

Jadilah Pengurus dan jangan menjadi urusan. Kalau Aek Keruh di Muaro, Cubo Tengok Ke hulu. Kalau mendapati masalah, maka lihatlah lebih dulu akar masalahnya, penyebabnya, asal muasal masalah tersebut di bagian awalnya.

 

*_Apa pesan Ketua Panitia kepada seluruh keluarga Jambi di Batam menjelang pelaksanaan Musda?_*

 

Kepada seluruh warga Jambi saya berpesan, tugas kita adalah membangun Batam, berkhidmat bersama seluruh elemen Batam, namun seperti pepatah mengatakan “Pulau Pandan Jauh di Tengah, di tengah Pulau Angso duo, Hancur badan dikandung tanah, budi nan baik di kenang juo”. Artinya jangan pernah melupakan budi yang pernah kita kenyam dari tempat di mana kita berasal.

Musyda ibaratnyo hari rayo buat kito, ayo kito bersilaturrrahim, tak penting kito menjadi apo dalam Musyda tersebut, yang penting biso bersua, bertemu, beramah tamah, bercengkerama, bebual-bual sesamo budak Jambi. Batang hari airnya tenang, sungguh tenang deras ketepi, budak Jambi jangan dikenang, jika dikenang merusak hati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *