![]()
MabesNews.tv, Saya mau bertanya kepada Polres Sumba Barat Daya: selama ini BBM hasil sitaan dikemanakan semua? Kita sering membaca berita penertiban, lengkap dengan foto dan jumlah BBM yang diamankan. Tetapi setelah itu, bagaimana nasib barang buktinya? Bagaimana kelanjutan perkaranya? Ini juga perlu dijelaskan kepada masyarakat.
Dalam pemberitaan Tipikorinvestigasinews,id tertanggal 29 Juli 2026, disebutkan bahwa Polres SBD mengamankan 1.878 liter Pertalite dan 756 liter Solar melalui tiga operasi penertiban. Totalnya 2.634 liter BBM. Jumlahnya tidak sedikit, loh! Wajar kalau masyarakat ingin tahu sekarang semuanya berada di mana.
Menurut berita tersebut, pada 22 Juli diamankan 230,5 liter Pertalite dari 13 pengecer. Pada 24 Juli diamankan 463 liter Pertalite dan 73 liter Solar dari 30 titik pengecer. Kemudian pada 28 Juli diamankan lagi 1.184,5 liter Pertalite dan 683 liter Solar dari sembilan pengecer yang disebut sebagai pengecer besar.
Disebutkan pula bahwa seluruh barang bukti disita menggunakan Surat Tanda Terima dan diamankan di Mapolres SBD untuk proses lebih lanjut. Baik, itu penjelasan saat berita tersebut diterbitkan. Pertanyaan saya, bagaimana keadaannya sekarang? Apakah semuanya masih tersimpan? Kalau masih, berapa jumlahnya?
Kalau sudah dipindahkan atau dilakukan tindakan lain, tolong jelaskan. Dipindahkan ke mana? Diserahkan kepada siapa? Kapan dilakukan dan apa dasarnya? Harus ada pencatatan yang jelas. Jangan masyarakat hanya diberi tahu ketika BBM diamankan, tetapi tidak mengetahui tindak lanjutnya.
Saya tidak mengatakan BBM itu hilang atau disalahgunakan. Saya sedang bertanya dan meminta pertanggungjawaban. Kalau pengelolaannya sudah benar dan tercatat, jelaskan kepada masyarakat. Keterbukaan seperti ini justru bisa menjaga kepercayaan terhadap kepolisian.
Dalam pengelolaan barang bukti ada istilah chain of custody atau ketertelusuran barang bukti. Sederhananya, harus bisa diketahui siapa yang menerima, siapa yang menyimpan, di mana barang itu berada, dan apa yang dilakukan terhadapnya. Jadi, perjalanan barang bukti harus jelas dari awal sampai akhir.
Lalu, bagaimana nasib perkara para pemilik BBM tersebut? Dalam berita disebutkan mereka akan diperiksa. Sudah sampai mana pemeriksaannya? Berapa yang dilanjutkan ke proses hukum? Berapa yang tidak dilanjutkan dan apa alasannya? Jangan jumlah sitaan diumumkan dengan rinci, tetapi perkembangan perkaranya tidak pernah dijelaskan.
Saya mendukung penertiban. Tetapi keberhasilan jangan hanya diukur dari banyaknya jeriken dan liter BBM yang diamankan. Yang perlu dilihat juga adalah hasilnya. Apakah pelayanan SPBU membaik? Apakah masyarakat lebih mudah mendapatkan BBM? Apakah praktik yang dikeluhkan benar-benar berkurang?
Kalau penertiban terus dilakukan tetapi persoalan yang sama muncul lagi, berarti sumber masalahnya belum selesai. Dari mana pengecer mendapatkan BBM sebanyak itu? Bagaimana pola pembeliannya? Siapa yang memasok? Apakah ada pihak yang memberikan akses khusus? Telusuri semuanya berdasarkan bukti.
Saya sudah pernah bilang, jangan hanya berhenti pada pengecer. Periksa juga pengawasan di SPBU dan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas penyalurannya. Kalau ditemukan kerja sama atau pembiaran, tindak siapa pun yang terlibat. Jangan yang di bawah terus ditertibkan, sementara sumber persoalannya tetap berjalan.
Berita tersebut menyebut penertiban dilakukan secara transparan dan akuntabel. Kalau begitu, keterbukaannya harus sampai pada pengelolaan barang bukti dan penyelesaian perkara. Jangan berhenti pada publikasi kegiatan saja. Masyarakat perlu mengetahui hasil akhirnya.
Kapolres SBD, tolong berikan penjelasan mengenai 2.634 liter BBM yang diberitakan diamankan pada Juli tersebut. Berapa yang masih tersimpan? Apa tindakan yang sudah dilakukan? Bagaimana perkembangan perkaranya? Sampaikan data dan dokumen yang dapat dibuka kepada publik.
Saya akan memberikan apresiasi kalau pekerjaan dilakukan secara jujur dan profesional. Tetapi saya juga akan tetap bertanya ketika tindak lanjutnya belum jelas. Apresiasi bukan berarti masyarakat harus berhenti mengawasi.
Pertanyaan saya sederhana: selama ini BBM hasil sitaan dikemanakan semua? Tolong jawab dengan jelas. Jangan hanya ramai saat penertiban, lalu masyarakat tidak tahu lagi bagaimana penyelesaiannya!
Sumber informasi: Ani,s ole
Jurnalis Martinus Kondo











Leave a Reply