![]()
Mabesnews.tv, MAJALENGKA — Presiden RI Prabowo Subianto, memberikan bantuan 300 unit becak listrik kepada para pengayuh becak di Kabupaten Majalengka. Bantuan tersebut disebut sebagai bentuk perhatian kepada para pengayuh becak, khususnya mereka yang telah lanjut usia dan masih aktif bekerja.
Seperti dikatakan anggota DPRD Kabupaten Majalengka dari Fraksi Gerindra, H. Ano Suksena. Ia menambahkan bahwa Majalengka menjadi daerah di Jawa Barat dengan jumlah penerima becak listrik terbanyak, yakni mencapai 300 unit.
“Bantuan Pak Presiden ini merupakan bentuk perhatian Presiden Prabowo Subianto, khususnya kepada para pengayuh becak. Alhamdulillah Kabupaten Majalengka di Jawa Barat sebagai penerima paling banyak, yaitu 300 unit,” ujar Ano saat meninjau verifikasi tahap kedua di kawasan SIKIM, Sabtu (12/9/2026).
Bantuan tersebut merupakan bantuan pribadi Presiden Prabowo Subianto yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) dan diproduksi oleh PT Pindad.
Gerindra Siap Kawal
Ano Suksena, yang juga menajabat sebagai sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Majalengka, menegaskan pihaknya siap mengawal pemanfaatan bantuan tersebut agar tepat sasaran dan memberikan manfaat jangka panjang bagi penerima.
“Atas nama DPC Partai Gerindra Kabupaten Majalengka, kami sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto. Bantuan 300 unit becak listrik ini adalah wujud nyata kepedulian beliau kepada para pengayuh becak lansia di Majalengka,” ujar Ano.
Menurutnya, becak listrik produksi PT Pindad tersebut tidak hanya meringankan pekerjaan para pengayuh, tetapi juga berpotensi mengurangi beban operasional mereka, dan berpotensi menambah income.
Ano menambahkan, Partai Gerindra Majalengka akan terus mendampingi dan mengawal para penerima agar bantuan tersebut digunakan sesuai peruntukannya dan benar-benar meningkatkan kesejahteraan para pengayuh becak.
Sementara Bupati Majalengka, Eman Suherman, mengatakan sebelumnya Majalengka memperoleh kuota 200 unit. Namun, setelah pemerintah daerah mengajukan penambahan, jumlah tersebut meningkat menjadi 300 unit.
“Becak listrik di Majalengka, alhamdulillah kita mendapatkan 300 unit dari bantuan Presiden Prabowo. Ini bantuan pribadi Bapak Presiden,” kata Eman seusai melakukan uji coba becak listrik, Senin (31/8/2026).
Menurut Eman, penerima diprioritaskan bagi pengayuh becak berusia sekitar 55–60 tahun ke atas, masih aktif bekerja, serta masuk kategori desil 1 hingga 5. Penerima juga harus benar-benar berprofesi sebagai pengayuh becak.
“Kan syaratnya mereka yang sudah biasa ngayuh becak. Jadi penerimanya bukan di luar pengayuh becak,” ujarnya.
Sebelum diserahkan, para penerima akan mendapatkan pelatihan mengenai penggunaan dan pengoperasian becak listrik. Langkah tersebut dinilai penting agar para pengayuh, terutama yang telah lanjut usia, dapat menggunakannya secara aman.
“Nanti sebelum diserahkan akan ada pelatihan dulu, bagaimana cara kerjanya, bagaimana mengoperasikannya. Jadi para penerima tidak langsung menerima begitu saja,” jelas Eman.
Ia berharap bantuan tersebut dapat mengurangi beban fisik para pengayuh yang selama ini masih menggunakan becak konvensional.
“Tujuannya untuk membantu pengayuh becak yang selama ini pakai tradisional diubah menjadi modern. Kemudian dalam mengayuh becak kan tidak terlalu berat karena dibantu dengan listrik,” katanya.
Rencana bantuan tersebut mendapat sambutan positif dari para pengayuh becak. Taryana, salah seorang pengayuh becak di wilayah Kadipaten, menilai becak listrik akan sangat membantu, terutama bagi pengayuh yang sudah berusia lanjut.
“Kalau menggunakan becak listrik tentu lebih ringan. Kalau membawa penumpang jauh atau jalan menanjak, tenaga kita tidak terlalu terkuras,” ujarnya.
Ia berharap bantuan tersebut tepat sasaran dan benar-benar diberikan kepada pengayuh yang selama ini masih aktif mencari nafkah dari becak.
“Alhamdulillah kalau dapat. Mudah-mudahan bisa membantu kami yang sudah tua tetapi masih harus bekerja untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.(hombing)










Leave a Reply