![]()
MABESNEWS.tv. SORONG, PAPUA BARAT DAYA – Keluhan warga di kawasan Jalan Seledri, Aimas, Kabupaten Sorong, terkait bau busuk yang menyengat dan aliran sungai yang keruh berbusa, memunculkan dugaan serius pencemaran lingkungan akibat limbah pabrik tahu yang beroperasi di wilayah tersebut. Kondisi ini telah berlangsung cukup lama dan semakin terasa mengganggu, terutama saat cuaca panas dan debit air sungai menurun.
(12/08/2026)
Berdasarkan penelusuran di lokasi, aliran anak sungai yang berada tak jauh dari permukiman warga diduga menjadi tempat pembuangan limbah cair dari aktivitas produksi pabrik tahu milik Heri. Air sungai tampak keruh dan dipenuhi gumpalan busa tebal, yang menjadi sumber bau tidak sedap yang mengganggu kenyamanan warga sekitar.
Saat dikonfirmasi, pemilik pabrik, Heri, membantah sepenuhnya bahwa kondisi tersebut berasal dari usahanya. Ia justru menyalahkan faktor cuaca dan kemarau panjang. “Selama ini tidak bau karena hujan pasti bawa airnya mengalir ke bawah. Ini karena kemarau panjang dan panas,” ujarnya.
Namun, pernyataan itu justru membuka fakta bahwa pabrik yang telah beroperasi sekitar 10 tahun ini belum memiliki sistem pengolahan limbah cair yang memadai. Heri mengakui air limbah selama ini langsung mengalir ke lingkungan sekitar. Ia juga menyebut pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sorong pernah datang dan memberikan arahan untuk melarutkan limbah dengan bahan pelarut dalam drum sebelum dibuang.
“Petugas DLH sudah datang, lalu ajar untuk larutkan air limbah dengan obat pelarut dalam drum, lalu setelah beberapa hari itu bisa kita buang ke sungai,” aku Heri. Ia juga mengaku terkadang menyemprotkan bahan pelarut langsung ke sungai untuk mengurai busa dan bau, dan bahwa beberapa hari lalu karyawan lupa melakukannya sehingga busa muncul kembali.
Pengakuan tersebut menjadi sorotan serius, karena menyangkut praktik pengelolaan limbah yang belum memenuhi standar lingkungan dan berpotensi membahayakan kesehatan warga serta ekosistem perairan.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sorong menyayangkan kejadian tersebut dan memastikan akan segera menindaklanjuti keluhan warga. “Kami sangat menyayangkan kejadian seperti ini, dan kami akan segera menindaklanjuti laporan maupun keluhan masyarakat terkait timbul bau busuk akibat pencemaran lingkungan tersebut,” tegasnya.
DLH berencana segera mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan langsung, mengevaluasi sistem pengelolaan limbah yang digunakan, serta menilai kepatuhan pabrik terhadap peraturan pengolahan limbah cair industri. Apabila ditemukan pelanggaran, langkah penegakan peraturan akan diambil.
Di tengah tekanan tersebut, Heri mengakui adanya kelalaian dan berjanji akan melakukan perbaikan. “Kami mengakui kelalaian selama ini. Ke depan, kami berjanji akan segera membangun kolam khusus dan bak penampungan air limbah (IPAL) agar airnya tidak lagi langsung terbuang ke sungai,” janjinya.
Sementara itu, warga berharap janji tersebut bukan sekadar pernyataan semata. Mereka meminta DLH Kabupaten Sorong melakukan pengawasan ketat dan memastikan pabrik mengelola limbah sesuai ketentuan, sehingga sungai dan lingkungan sekitar kembali bersih dan aman untuk ditinggali. Hasil pemeriksaan yang dijadwalkan dalam waktu dekat ini kini ditunggu masyarakat sebagai langkah awal penyelesaian masalah yang telah berlangsung lama tersebut.
Writer : Arpp🇮🇩











Leave a Reply