![]()
MabesNews.tv, Makassar, Minggu, 23 Agustus 2026 — Kuliner khas Sulawesi Selatan kembali mencuri perhatian peserta dari berbagai daerah yang sedang berada di Makassar. Salah satunya adalah coto Makassar, sajian tradisional yang dikenal memiliki cita rasa gurih, kaya rempah, serta isian yang beragam. Momen menikmati coto tersebut berlangsung pada Minggu, 23 Agustus 2026 sekitar pukul 12.13 WITA, di salah satu warung coto yang berjarak sekitar 500 meter dari Asrama Haji Sudiang, Makassar.
Muhammad Salim dari Bintan mengungkapkan kekagumannya terhadap keunikan coto Makassar. Menurutnya, makanan tersebut berbeda karena menawarkan beragam bagian daging dalam satu hidangan. “Menurut saya coto Makassar ini unik. Kenapa dikatakan unik karena ada paru, daging, jantung, limpa, ginjal, usus, dan babat,” ujarnya. Keberagaman isian itu menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi penikmat kuliner.
Pendapat senada disampaikan Ryan Cahyono Putra dari Natuna. Ia menilai coto Makassar memiliki perpaduan rasa yang sangat menggugah selera. “Enak, kuahnya gurih dan dagingnya lembut,” katanya. Bagi Ryan, cita rasa kuah yang kaya rempah berpadu dengan tekstur daging yang lembut membuat coto Makassar menjadi salah satu kuliner yang layak untuk dicoba ketika berkunjung ke Sulawesi Selatan.
Sementara itu, Dr. Abdul Basir Amin dari Batam menggambarkan pengalaman menyantap coto Makassar sebagai kenikmatan yang sulit dilukiskan dengan kata-kata. “Makan coto Makassar, nikmatnya tak terbayangkan, mengundang selera dan membuat bersemangat,” ungkapnya. Menurutnya, kuliner tradisional seperti coto tidak hanya memberikan kenikmatan rasa, tetapi juga menghadirkan pengalaman budaya yang melekat dengan identitas masyarakat Makassar.
Hal yang sama disampaikan Dr. Nursalim Tinggi dari Batam. Dengan penuh antusias, ia menyebut coto Makassar sebagai kuliner yang memiliki karakter kuat dan sulit dibandingkan dengan makanan lainnya. “Luar biasa dan tak ada duanya,” ujarnya singkat. Pernyataan tersebut menggambarkan apresiasinya terhadap kekayaan rasa serta keunikan coto Makassar yang menjadi salah satu ikon kuliner Sulawesi Selatan.
Sementara Syahrir Lau dari Jeneponto justru mengaku ingin kembali mencicipi coto Makassar. Ia menikmati sajian tersebut di Coto Amir Khan, tempat makan yang menurutnya memiliki daya tarik tersendiri karena menggunakan nama yang identik dengan Amir Khan, aktor Bollywood terkenal asal India. Keberadaan nama tersebut turut memberikan kesan unik bagi pengunjung, sekaligus menjadi bagian dari pengalaman kuliner yang menarik perhatian.
Menikmati coto Makassar bersama para tamu dari Bintan, Natuna, Batam, dan Jeneponto menjadi gambaran bahwa kuliner tradisional mampu mempertemukan orang dari berbagai daerah dalam suasana penuh keakraban. Dari keberagaman isian, kuah yang gurih, daging yang lembut hingga aroma rempah yang khas, coto Makassar bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya Sulawesi Selatan. Di sekitar Sudiang, pada siang itu, semangkuk coto menjadi cerita sederhana tentang rasa, persaudaraan, dan kekayaan kuliner Nusantara.(Nursalim Turatea).











Leave a Reply