MabesNews.TV

Media Siber Mabes RI

JANJI KOSONG BERUJUNG MUBAZIR! Gedung Posyandu Di Desa Ana Engge Mangkarak Sejak 2025, Warga Ancam Bongkar Sendiri.

Loading

MabesNEWS.tv, Sudah hampir 2 tahun warga Desa Ana Engge, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.5 September 2026.dikibulin Oleh Dominggus Kaley sebagai penjabat kades desa Ana Kaka Saat ini).

Dominggus Kaley berjanji akan (kerjakan gedung posyandu Jumat-Sabtu) Janji itu dilontarkan sejak 2025 sepanjang masa jabatannya. Faktanya hingga 5 September 2026, yang berdiri hanya tembok setengah jadi tanpa atap. Mubazir. Tidak berguna.

Dihubungi Bungkam, Nomor WhatsApp Mati.mabesnews.com. mencoba mengonfirmasi kan langsung ke nomor WhatsApp pribadi Dominggus Kaley,(5 september 2026) hasilnya nihil. Nomor sudah tidak aktif.

Dari 2025 janjinya Jumat-Sabtu, Jumat-Sabtu. Sampai sekarang tidak ada. Mau dikonfirmasi lewat WA juga sudah tidak aktif. Ini model pemimpin apa? ujar warga Desa Ana Engge dengan nada geram.

Kesabaran warga sudah habis. Bangunan setengah tembok itu kini dianggap sampah dan menghalangi pandangan kami tegas warga masyarakat desa Ana Engge.

Kami akan segera robohkan bangunan setengah tembok yang mubazir itu. Daripada menghalangi pandangan kami,” tegas warga masyarakat Desa Ana Engge.

Naik Jabatan, PJ kades di desa (Ana Kaka)Tinggalkan Masalah di desa ana engge.uang nya sudah cair sejak Masi menjabat sebagai PJ kades di desa Ana engge.

Sementara di Desa Ana Engge, tempat ia berjanji membangun Balai Posyandu, proyeknya masih terbengkalai. Ibu-ibu dan balita masih menimbang anak di teras rumah warga saat hujan dan panas.

Warga tidak lagi bicara halus. Mereka menuntut Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya segera turun dan menyelesaikan.

Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya, tolong dengar suara kami! Kami butuh Posyandu sekarang. Jangan biarkan kesehatan anak-anak kami dikorbankan karena satu orang yang ingkar janji, tegas warga.

Ini bukan sekadar soal bangunan. Ini soal nyawa, soal kesehatan dasar, soal kepercayaan rakyat yang diinjak-injak.

Jika tidak sanggup menepati janji, jangan berjanji. Jika tidak mau bertanggung jawab, mundur. (Warga Ana Engge sudah muak dengan Jumat-Sabtu” yang tidak pernah tiba).

 

 

Penulis: Dominggus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *