MabesNews.TV

Media Siber Mabes RI

Oknum TNI AL Terlibat Perompakan Kapal Ikan Asing di Perairan Kepri

Oknum TNI AL Terlibat Perompakan Kapal Ikan Asing di Perairan Kepri: Ini Fakta Terbaru

Perairan Kepulauan Riau (Kepri) kembali menjadi sorotan setelah muncul dugaan keterlibatan oknum TNI AL dalam perompakan kapal ikan asing. Insiden ini memicu gelombang kekecewaan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan lembaga pengawasan laut. Berikut adalah fakta terkini mengenai kasus tersebut.

Penangkapan Kapal Ikan Asing di Wilayah ZEE Indonesia

Beberapa waktu lalu, Tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil mengamankan lima kapal ikan asing asal Vietnam yang mencuri ikan di perairan Natuna Utara. Dalam penangkapan tersebut, 68 ABK juga diamankan. Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo meninjau langsung lima kapal tersebut pada Rabu (4/3/2020).

Namun, perlu dicatat bahwa saat itu, kapal-kapal tersebut berada di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia yang berbatasan dengan area klaim Indonesia-Malaysia. Hal ini menunjukkan adanya keraguan terhadap status hukum kapal-kapal tersebut. Beberapa kapal tidak mengibarkan bendera kebangsaan dan menggunakan kode C2 pada lambung kapal, yang biasanya digunakan oleh kapal ikan Malaysia.

Pengungkapan Narkoba di Perairan Kepri

Meski fokus utama artikel ini adalah perompakan kapal ikan asing, penting untuk menyebutkan insiden lain yang terjadi di perairan Kepri. Pada Mei 2025, Tim Patroli Pangkalan TNI AL Tanjung Balai Karimun berhasil mengamankan kapal bermuatan narkoba jenis sabu dan kokain dengan nilai Rp7 triliun di Perairan Selat Durian, Kepri.

Dari pengamanan tersebut, lima kru kapal berkewarganegaraan asing yakni dari Thailand dan Myanmar berhasil diringkus. Barang bukti mencapai 1,9 ton narkoba jenis sabu dan kokain. Namun, dalam kasus ini, tidak ada indikasi keterlibatan oknum TNI AL dalam penyelundupan narkoba.

Keberadaan Kapal Ikan Asing di Wilayah Laut Natuna Utara

Sejak Januari hingga November 2025, KKP mencatat sebanyak 41 unit kapal berhasil diamankan dalam operasi pengawasan penangkapan ikan secara ilegal di wilayah Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau. Dari jumlah tersebut, 6 kapal asing dan 35 kapal perikanan Indonesia.

Dari kapal asing, lima unit di antaranya berbendera Vietnam, dan satu unit berbendera Malaysia. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Pung Nugroho Saksono, menjelaskan bahwa pihaknya tidak hanya menindak kapal ikan asing, tetapi juga kapal perikanan Indonesia yang memasuki area tangkapan terlarang di Laut Natuna Utara.

Keterlibatan Oknum TNI AL dalam Perompakan

Dugaan keterlibatan oknum TNI AL dalam perompakan kapal ikan asing di perairan Kepri mulai muncul setelah beberapa laporan media. Meskipun belum ada konfirmasi resmi dari pihak TNI AL, isu ini telah memicu pertanyaan besar tentang integritas aparat penegak hukum di laut.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, beberapa kapal ikan asing yang ditangkap memiliki karakteristik serupa, seperti tidak mengibarkan bendera kebangsaan dan menggunakan kode yang tidak jelas. Hal ini menunjukkan kemungkinan adanya upaya untuk mengelabui petugas.

Upaya Pemerintah dalam Mengatasi Illegal Fishing

Pemerintah melalui KKP dan TNI AL terus berupaya untuk mencegah illegal fishing di perairan Indonesia. Operasi patroli dilakukan secara rutin, baik oleh KKP maupun TNI AL, untuk menjaga sumber daya kelautan dan perikanan.

Selain itu, pemerintah juga bekerja sama dengan lembaga terkait seperti Bea Cukai, BNN, dan Kepolisian untuk menggagalkan penyelundupan narkoba dan kapal ikan ilegal. Namun, masalah ini tetap menjadi tantangan besar karena lokasi perairan Indonesia yang luas dan rentan disalahgunakan.

Kesimpulan

Kasus dugaan keterlibatan oknum TNI AL dalam perompakan kapal ikan asing di perairan Kepri menunjukkan bahwa masih ada celah dalam pengawasan laut. Meskipun pemerintah telah melakukan berbagai langkah untuk mencegah illegal fishing, diperlukan peningkatan koordinasi dan transparansi agar kepercayaan masyarakat dapat dipulihkan.

Kapal Ikan Asing di Wilayah ZEE Indonesia

Petugas TNI AL Menangani Kapal Ikan Asing

Operasi Pengawasan Laut oleh KKP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *