MabesNews.TV

Media Siber Mabes RI

Pemerintah Dorong Kalimantan Jadi “Nusantara Economic Superhub”, Kalsel Diproyeksikan Berperan Strategis

Loading

Mabesnews.TV | BANJARMASIN, KALIMANTAN SELATAN– Pemerintah Indonesia terus mendorong transformasi ekonomi Kalimantan melalui visi besar menjadikan kawasan tersebut sebagai “Nusantara Economic Superhub”, dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan nasional.

Visi tersebut dipaparkan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, bersama Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, dalam diskusi publik bertajuk “Membongkar Visi Nusantara Economic Superhub: Di Mana Posisi Kalsel?”, yang diselenggarakan pada Senin (2/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung di General Building Student Activity Center, Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Jalan Brigjen H. Hasan Basri, Kayutangi, Banjarmasin Utara, Kalimantan Selatan, tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, termasuk melalui sambungan Zoom.

Diskusi publik ini diselenggarakan oleh Kalimantan Post bersama Universitas Lambung Mangkurat dalam rangka memperingati 500 tahun Kota Banjarmasin.

Forum tersebut menjadi wadah dialog strategis yang mempertemukan unsur pemerintah, pelaku usaha, investor, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan dari Indonesia, Sarawak, Sabah, Brunei Darussalam, dan sejumlah kawasan regional lainnya.

Ketua Umum DPP Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) yang turut menghadiri kegiatan tersebut menyampaikan informasi mengenai jalannya diskusi kepada awak media Mabesnews.TV di Medan, Senin siang.

## IKN sebagai Penggerak Transformasi Ekonomi Kalimantan

Visi Nusantara Economic Superhub merupakan bagian dari arah pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045.

Melalui konsep tersebut, pemerintah berupaya menjadikan Kalimantan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu memperkuat konektivitas, meningkatkan daya saing industri, serta mendorong pemerataan pembangunan di luar Pulau Jawa dan Sumatera.

Sebagaimana dilansir dari informasi Kalimantan Post dan Universitas Lambung Mangkurat, diskusi tersebut juga mengeksplorasi arah kebijakan pengembangan Superhub sekaligus memetakan posisi strategis Kalimantan Selatan sebagai salah satu provinsi yang memiliki peran historis dan ekonomi penting di Pulau Kalimantan.

Selain membahas peluang pertumbuhan ekonomi, forum ini turut menyoroti tantangan ekologis, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir, serta pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

## Enam Klaster Strategis Jadi Tulang Punggung Superhub

Dalam pengembangan Nusantara Economic Superhub, terdapat enam klaster strategis yang diproyeksikan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi kawasan, yakni:

1. Teknologi bersih.

2. Industri farmasi terintegrasi.

3. Pertanian berkelanjutan.

4. Ekowisata dan wisata kebugaran (*wellness tourism*).

5. Industri kimia.

6. Energi rendah karbon.

Keenam sektor tersebut diharapkan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi, membuka lapangan kerja, meningkatkan investasi, serta memperkuat daya saing Kalimantan di tingkat nasional maupun internasional.

## Penguatan Infrastruktur dan Konektivitas Regional

Koridor Nusantara–Balikpapan–Samarinda disebut sebagai salah satu kawasan prioritas dalam pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi baru tersebut.

Pengembangannya direncanakan didukung oleh penyelesaian jaringan Jalan Trans-Kalimantan, pengembangan transportasi kereta api dan udara, peningkatan akses kawasan perbatasan, serta penguatan kerja sama ekonomi regional.

Kerja sama tersebut mencakup penguatan konektivitas melalui forum Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA), termasuk peluang pengembangan jejaring ekonomi kawasan Borneo.

Dengan meningkatnya konektivitas, diharapkan distribusi barang dan jasa menjadi lebih efisien, arus investasi semakin terbuka, serta perdagangan antardaerah dan antarnegara dapat berkembang secara berkelanjutan.

## Bappenas Tekankan Pembangunan SDM dan Kelestarian Lingkungan

Dalam paparannya, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menekankan bahwa transformasi ekonomi Kalimantan tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur fisik.

Menurutnya, investasi pada kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting, terutama melalui peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, pengembangan keterampilan tenaga kerja, hilirisasi industri berkelanjutan, serta penguatan sektor pariwisata.

Selain itu, pembangunan ekonomi harus didukung tata kelola pemerintahan yang baik, perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat, serta upaya pelestarian kawasan hutan dan lingkungan hidup.

Aspek ketahanan sosial dan ekologis juga menjadi perhatian, termasuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan, mitigasi risiko banjir, penerapan sistem peringatan dini, serta perencanaan tata ruang berbasis risiko bencana.

## Kalimantan Selatan Diharapkan Tidak Hanya Menjadi Penonton

Melalui diskusi publik ini, Kalimantan Selatan diharapkan mampu mengambil peran strategis dalam pengembangan Nusantara Economic Superhub.

Provinsi tersebut memiliki peluang untuk memperkuat sektor perdagangan, industri, pertanian, logistik, pariwisata, serta kerja sama ekonomi regional yang terintegrasi dengan pembangunan IKN.

Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat menjadi faktor penting agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata.

Dengan perencanaan yang matang, pembangunan berkelanjutan, serta perlindungan lingkungan yang konsisten, visi Nusantara Economic Superhub diharapkan mampu menjadikan Kalimantan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi masa depan Indonesia.

 

(Bay)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *