![]()
Pendahuluan
Dalam rangka meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan administrasi di lingkungan TNI, Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Pertahanan (Kemhan) memainkan peran kritis. Berdasarkan rapat koordinasi dan pengawasan (Rakorwas) yang diselenggarakan pada 14 Desember 2023, Itjen Kemhan tidak hanya bertugas sebagai lembaga pengawasan internal tetapi juga menjadi bagian dari solusi untuk pemecahan masalah yang muncul di berbagai satuan kerja (satker) TNI.
Tugas Utama Itjen Kemhan dalam Pengawasan Administrasi

Itjen Kemhan memiliki tanggung jawab utama untuk memastikan bahwa semua kegiatan administratif di lingkungan TNI dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Hal ini mencakup pengawasan terhadap penggunaan anggaran, penerapan sistem manajemen keuangan, serta peningkatan kualitas layanan administratif di seluruh satker.
Beberapa tugas utama Itjen Kemhan antara lain:
- Melakukan audit dan evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja pengawasan tahunan.
- Meningkatkan sinergitas dan profesionalisme Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).
- Menjaga keterpaduan antara Itjen TNI, Itjen Kemhan, dan Itjen Angkatan dalam menjalankan tugas pengawasan.
Kinerja Itjen Kemhan dalam Meningkatkan Akuntabilitas

Selama lima tahun berturut-turut, yaitu dari 2018 hingga 2022, TNI dan Kemhan telah mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas akuntabilitas kinerja dan keuangan. Ini menunjukkan bahwa pengawasan yang dilakukan oleh Itjen Kemhan dan Itjen TNI telah memberikan dampak positif dalam meningkatkan transparansi dan efisiensi pengelolaan sumber daya.
Namun, meskipun ada capaian yang baik, masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan. Salah satunya adalah pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Hingga saat ini belum ada satu pun satker yang berhasil meraih predikat WBBM.
Sinergi dengan Instansi Terkait
Untuk meningkatkan kualitas pengawasan, Itjen Kemhan bekerja sama dengan berbagai instansi terkait seperti Kementerian Keuangan (Menkeu), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Kerjasama ini bertujuan untuk memperkuat sistem pengawasan internal dan memastikan bahwa semua satker TNI menggunakan anggaran secara efektif dan sesuai aturan.
Beberapa contoh kolaborasi yang dilakukan antara lain:
- Diskusi panel bersama Pimpinan BPK RI, Direktur Anggaran Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan Menkeu RI, serta Deputi Kepala BPKP Bidang PIP Polhukam PMK.
- Penyusunan rencana kerja pengawasan tahunan yang disinkronisasi antara Itjen TNI, Itjen Kemhan, dan Itjen Angkatan.
Tantangan dan Langkah Perbaikan
Meskipun sudah ada kemajuan, Itjen Kemhan masih menghadapi tantangan dalam menjalankan tugasnya. Salah satu tantangan utamanya adalah memastikan bahwa semua satker TNI dapat mematuhi aturan penggunaan anggaran dan membangun budaya integritas yang kuat.
Untuk mengatasi hal ini, beberapa langkah perbaikan yang direkomendasikan antara lain:
- Peningkatan kapasitas SDM APIP melalui pelatihan dan pendidikan berkala.
- Penguatan sistem informasi dan teknologi dalam proses pengawasan.
- Peningkatan partisipasi aktif dari seluruh satker dalam program pengawasan.
Kesimpulan
Itjen Kemhan memiliki peran vital dalam mengawasi dukungan administrasi di seluruh lingkungan TNI. Melalui pengawasan yang transparan dan akuntabel, Itjen Kemhan tidak hanya menjaga ketaatan terhadap regulasi, tetapi juga membantu meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan sumber daya di TNI. Meskipun masih ada tantangan yang harus dihadapi, kolaborasi dengan berbagai instansi terkait serta peningkatan kapasitas APIP akan menjadi kunci keberhasilan dalam menjalankan tugas pengawasan yang lebih baik.














Leave a Reply