MabesNews.TV

Media Siber Mabes RI

Proyek Revitalisasi SDN Nanggewer Majalengka Rp.572 Juta Disorot

Loading

MabesNEWS.tv, Langkah konkrit dalam mengawal penggunaan anggaran negara ditunjukkan oleh tim media saat mendatangi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Nanggewer, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Kehadiran awak media di lokasi bertujuan untuk menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap jalannya proyek revitalisasi sekolah yang dibiayai oleh uang rakyat, Rabu (2/9/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun, SDN Nanggewer tengah melaksanakan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026. Proyek fisik tersebut menelan anggaran fantastis mencapai Rp.572.891.000,00 dengan durasi pengerjaan yang diproyeksikan selama 120 hari kalender.

Kejanggalan Akses Masuk dan Ketiadaan Penanggung Jawab Proyek

Pemantauan di lapangan diwarnai sejumlah pemandangan ganjil sejak kedatangan pertama tim media pada siang hari. Akses pintu masuk utama berupa pagar besi sekolah tampak tertutup rapat dengan lilitan rantai. Tepat di depannya, terpasang sebuah papan pemberitahuan bernada peringatan larangan pungutan liar (pungli) yang mengatasnamakan Masyarakat Desa Nanggewer. Di balik pagar tersebut, aktivitas pengerjaan proyek dan tumpukan material tampak mendominasi area sekolah.Tokoh & Masyarakat

Saat tim media kembali mendatangi lokasi pada sore harinya, pagar besi yang semula tertutup kini sudah dalam keadaan terbuka, memperlihatkan para tukang dan seorang guru di area sekolah. Ketika dikonfirmasi mengenai kondisi gerbang sebelumnya, pihak di lokasi menyebutkan bahwa pagar tersebut sebenarnya tidak dikunci menggunakan gembok, melainkan rantainya hanya diikatkan saja.

Sorotan utama tertuju pada absennya pihak Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) maupun pengawas proyek di lokasi. Saat peninjauan berlangsung, praktis hanya terlihat seorang guru bersama para pekerja konstruksi yang tengah sibuk merangkai kerangka besi bangunan, tanpa ada pihak berwenang yang dapat dimintai keterangan resmi terkait teknis pengerjaan.

Suasana sempat memanas diarea sekolah,karna ada salah satu pekerja arogan membawa balok!!

Kunjungan jurnalistik yang berjalan normal mendadak diwarnai ketegangan ketika tim media tengah berbincang santai dengan guru dan para pekerja. Secara tiba-tiba, seorang buruh bangunan menghampiri kelompok media sambil membawa sepotong kayu balok dan mengacungkannya di tengah percakapan.

Aksi provokatif tersebut langsung direspons cepat oleh rekan sesama pekerja dan guru di lokasi yang sigap melerai serta meredakan situasi, disusul permintaan dari salah satu pekerja agar tindakan tersebut tidak dihiraukan.

Sebagai pilar keempat demokrasi, tim media menegaskan bahwa peninjauan ini murni merupakan bagian dari tugas pengawasan independen. Publik tentu berhak mengetahui secara transparan bagaimana pengelolaan dana ratusan juta rupiah dari APBN tersebut direalisasikan—mulai dari kejelasan spesifikasi teknis, mekanisme pengawasan, hingga jaminan keamanan dan keterbukaan informasi di lingkungan lembaga pendidikan dasar.(hombing/tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *