![]()
MabesNews.tv, MANDAILING NATAL — Satuan Mahasiswa Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (SATMA AMPI) Mandailing Natal mendesak kepolisian dan TNI menyelidiki dugaan tindakan empat orang yang disebut-sebut berpenampilan seperti anggota militer dan mengaku sebagai utusan Kodam I/Bukit Barisan (Kodam I/BB).
Keempat orang tersebut diduga meminta sejumlah uang dengan dalih setoran keamanan di lokasi tong pengolah emas serta berkaitan dengan dugaan aktivitas mafia bahan bakar minyak (BBM) ilegal di wilayah Panyabungan dan sejumlah wilayah lain di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Sekretaris SATMA AMPI Madina, Muliya Nasution, berharap aparat kepolisian dan TNI segera menelusuri identitas, asal-usul, serta tujuan kehadiran keempat orang tersebut. Menurutnya, dugaan praktik meminta uang dengan mengatasnamakan institusi negara merupakan persoalan serius yang tidak boleh dibiarkan tanpa penyelidikan.
SATMA AMPI Madina menilai, apabila dugaan tersebut benar, tindakan itu bukan hanya berpotensi merugikan pihak yang dimintai uang, tetapi juga dapat mencederai kehormatan dan kepercayaan publik terhadap institusi TNI maupun Polri.
“Jangan sampai ada pihak yang menggunakan atribut, penampilan, atau mengaku sebagai utusan institusi negara untuk meminta uang kepada masyarakat maupun pelaku usaha. Identitas dan tujuan mereka harus diperiksa secara serius agar persoalan ini menjadi terang,” demikian sikap yang disampaikan dalam rilis ini.
Selain dugaan permintaan setoran keamanan di lokasi pengolahan emas, SATMA AMPI Madina juga meminta aparat menelusuri kemungkinan keterkaitan persoalan tersebut dengan dugaan aktivitas BBM ilegal di Panyabungan dan wilayah Madina. Penelusuran diperlukan untuk memastikan apakah terdapat hubungan di antara aktivitas tersebut atau persoalan yang berdiri sendiri.
SATMA AMPI Madina menegaskan bahwa tidak boleh ada pihak yang kebal terhadap hukum, terlebih jika terdapat dugaan penyalahgunaan nama institusi negara untuk memperoleh keuntungan pribadi. Setiap laporan dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan perlu ditindaklanjuti secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum.
Oleh karena itu, SATMA AMPI Madina mendorong Polres Mandailing Natal dan jajaran TNI yang berwenang untuk melakukan klarifikasi serta penyelidikan secara menyeluruh. Jika ditemukan bukti pelanggaran atau tindak pidana, pihak yang terbukti terlibat harus diproses sesuai hukum yang berlaku.
SATMA AMPI Madina juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi atau bukti terkait dugaan tersebut agar menyampaikannya kepada aparat berwenang sehingga proses penanganan dapat berjalan berdasarkan fakta dan bukti, bukan sekadar spekulasi.
SATMA AMPI Madina berharap penyelidikan dilakukan secara serius demi menjaga keamanan masyarakat, memberantas praktik pemerasan apabila terbukti terjadi, serta melindungi nama baik institusi TNI dan Polri dari tindakan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.











Leave a Reply