MabesNews.TV

Media Siber Mabes RI

Tetaplah Berkarya, Tetaplah Gigih

Loading

Oleh Dr. Nursalim, M.Pd.

Ketua Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (A PPI) Provinsi Kepulauan Riau

 

Hidup adalah perjalanan panjang yang tidak selalu menghadirkan jalan yang terang. Ada masa ketika kita harus melewati lorong yang gelap, menghadapi kegagalan, kekecewaan, kritik, keterbatasan dan berbagai keadaan yang menguji keteguhan hati. Namun, kegelapan bukan berarti tidak ada cahaya. Kesulitan bukan berarti perjalanan harus dihentikan.

Tetaplah berkarya dan tetaplah gigih. Sebab, setiap perjuangan memiliki waktunya sendiri untuk menemukan hasil. Tidak semua karya langsung mendapatkan penghargaan. Tidak semua perjuangan segera memperoleh pengakuan. Ada karya yang nilainya baru terlihat setelah waktu berlalu.

Karena itu, jangan menjadikan penilaian orang lain sebagai alasan untuk berhenti berkarya. Jangan pula mengukur keberhasilan hanya dari seberapa banyak orang memberikan pujian. Karya yang lahir dari ketulusan, kejujuran dan kesungguhan akan selalu memiliki tempat dalam perjalanan kehidupan.

Karya adalah jejak yang kita tinggalkan.

Seseorang mungkin tidak mampu meninggalkan harta yang banyak, tetapi dapat meninggalkan ilmu. Seseorang mungkin tidak memiliki kekuasaan yang panjang, tetapi dapat meninggalkan keteladanan. Seseorang mungkin tidak selalu berada di tengah sorotan, tetapi tulisannya dapat mengubah cara berpikir orang lain dan menjadi catatan penting bagi zamannya.

Menulis bukan sekadar menyusun kata menjadi kalimat. Menulis adalah cara manusia menyampaikan pikiran, menyimpan pengalaman, merekam peristiwa dan menyampaikan gagasan kepada masyarakat. Melalui tulisan, seseorang dapat berbicara kepada generasi yang bahkan belum pernah ditemuinya.

Bagi seorang pewarta, menulis merupakan tanggung jawab moral. Setiap berita yang ditulis bukan sekadar informasi, tetapi dapat memengaruhi cara masyarakat memahami sebuah persoalan. Karena itu, seorang pewarta harus mampu menjaga kebenaran, menjunjung etika, menghormati fakta dan menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi.

Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat, kemampuan menulis justru semakin penting. Masyarakat membutuhkan tulisan yang mampu membedakan fakta dan opini, menjernihkan persoalan serta menghadirkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Karena itu, jangan pernah berhenti menulis hanya karena usia semakin bertambah.

Umur bukan alasan untuk berhenti berkarya.

Bertambahnya usia seharusnya membuat seseorang semakin kaya pengalaman, semakin matang dalam berpikir dan semakin bijaksana dalam mengambil keputusan. Pengalaman hidup adalah kekayaan yang tidak selalu dapat diperoleh melalui pendidikan formal. Setiap perjalanan, kesalahan, keberhasilan dan perjuangan menyimpan pelajaran yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Usia membawa pengalaman. Pengalaman melahirkan kebijaksanaan. Kebijaksanaan melahirkan gagasan. Dan gagasan yang dituangkan dalam tulisan dapat menjadi warisan pemikiran yang melampaui usia seseorang.

Karena itu, selama pikiran masih mampu berpikir, hati masih mampu merasakan dan tangan masih mampu menulis, jangan berhenti menghasilkan karya.

Teruslah menulis sampai akhir hayat.

Tulislah pengalaman yang pernah dilalui. Tulislah pengetahuan yang telah dipelajari. Tulislah kebenaran yang diyakini. Tulislah kegelisahan yang dirasakan. Tulislah harapan untuk generasi yang akan datang.

Kita tidak pernah tahu ke mana sebuah tulisan akan sampai. Mungkin hari ini hanya dibaca oleh beberapa orang. Namun, suatu hari tulisan itu bisa saja dibaca oleh seseorang yang sedang membutuhkan inspirasi, kekuatan atau arah dalam menjalani kehidupan.

Sebuah tulisan mungkin tidak langsung mengubah dunia. Tetapi sebuah tulisan dapat mengubah cara seseorang memandang dunia. Dari perubahan cara berpikir itulah perubahan yang lebih besar dapat dimulai.

Demikian pula dengan perjuangan. Jangan berhenti hanya karena jalan yang ditempuh terasa panjang. Jangan menyerah hanya karena hasil belum sesuai harapan. Terowongan tidak selamanya gelap. Selalu ada cahaya di ujung perjalanan bagi mereka yang memilih untuk terus berjalan.

Kita tidak harus menjadi yang paling cepat. Kita hanya perlu menjadi orang yang tidak mudah menyerah.

Kritik boleh datang. Kegagalan boleh terjadi. Rintangan boleh menghadang. Tetapi semangat untuk berkarya harus tetap hidup. Sebab, manusia yang terus berkarya adalah manusia yang terus memberikan makna kepada kehidupannya.

Bagi seorang pendidik, berkarya berarti terus memberikan ilmu dan keteladanan. Bagi seorang pewarta, berkarya berarti terus menyampaikan informasi yang benar dan bertanggung jawab. Bagi seorang penulis, berkarya berarti terus menghadirkan gagasan yang dapat menjadi bahan renungan dan pencerahan bagi masyarakat.

Pada akhirnya, kehidupan bukan hanya tentang berapa lama seseorang hidup, tetapi tentang apa yang dilakukan selama hidup. Jabatan akan berganti. Popularitas akan berlalu. Kekuasaan akan berakhir. Tetapi karya yang bermanfaat dapat bertahan jauh lebih lama daripada usia penciptanya.

Maka, jangan menunggu sempurna untuk mulai berkarya. Jangan menunggu terkenal untuk menulis. Jangan menunggu dipuji untuk memberikan manfaat. Jangan pula menjadikan usia sebagai alasan untuk berhenti.

Selama masih diberi kesempatan, berkaryalah.

Selama masih memiliki pikiran, menulislah.

Selama masih memiliki kehidupan, berikanlah manfaat.

Ketika usia semakin senja, jangan menganggapnya sebagai akhir dari perjalanan. Jadikan usia sebagai perpustakaan pengalaman yang dapat terus dibuka, dibaca dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Sebab, usia boleh bertambah, tetapi semangat tidak boleh berkurang. Tubuh boleh melemah, tetapi gagasan tidak harus mati. Langkah mungkin tidak lagi secepat dahulu, tetapi karya masih dapat terus berjalan melalui tulisan.

Teruslah berkarya.

Teruslah menulis.

Teruslah belajar.

Teruslah memberikan manfaat.

Jangan jadikan umur sebagai alasan untuk berhenti menjadi cahaya bagi orang lain.

Selama napas masih berhembus, selalu ada kesempatan untuk melahirkan karya. Selama hati masih memiliki kepedulian, selalu ada sesuatu yang dapat disampaikan. Selama pikiran masih mampu melahirkan gagasan, teruslah menulis sampai akhir hayat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *