MabesNews.TV

Media Siber Mabes RI

8 TAHUN DIAM, HARI INI HERMANUS LERE NDARA VS AGUSTINUS RANGGA MONE KEMBALI MENANGIS KARENA DAMAI ITU INDAH

Loading

MabesNews.tv, SUMBA BARAT DAYA, NUSA TENGGARA TIMUR, KECAMATAN KODI, DESA ATE DALO MINGGU 23 AGUSTUS 2026.

(8)Delapan tahun terlalu lama untuk dua keluarga yang dulunya satu darah, satu kampung, satu jalan,satu meja makan.

Delapan tahun terlalu lama untuk saling berpaling muka di jalan.

Delapan tahun terlalu lama untuk anak-anak yang tumbuh tanpa tahu bahwa mereka masih bersaudara.

 

Konflik tanah di kampung Rannu,Desa Ate Dalo, Kecamatan Kodi, sempat memisahkan Agus Rangga Mone dan Hermanus Lere Dara.

Bukan hanya sebidang tanah yang diperebutkan. Tapi rasa percaya, rasa hormat, dan senyum yang hilang dari wajah kampung.

 

Hari-hari berlalu dengan diam. Tegur sapa, dan Doa di gereja pun terasa hampa, karena di bangku sebelah duduk orang yang dulu kita anggap musuh.Dengan mata sembab dan hati berat, kedua pihak akhirnya duduk bersama. Tidak ada yang menang. Tidak ada yang kalah. Yang ada hanya dua hati yang lelah bertikai.

 

Pemerintah Desa, Kecamatan Kodi, Kapolsek, dan Babinsa TNI tidak henti mengetuk pintu hati.

Camat Kodi (Benyamin Kaka) menahan haru

Jangan ulangi lagi. Sakitnya sudah cukup. Mari kita ganti dengan rasa aman, damai, dan tentram.tambahnya.

 

Kades Ate Dalo, Petrus Pati Mone, S.Pd, Gr berbisik lirih,

Indah itu kalau kita bisa berbagi. Jangan lagi biarkan luka kembali muncul,hari ini resmi kasih yang dulu hilang,kembali lagi berbagi(tambah) kades.

Babinsa TNI, Bapak Keyla mengingatkan dengan suara bergetar:

Hari ini rasa yang dulu pudar, kita hidupkan kembali. Jangan biarkan orang luar memisahkan kita lagi.imbuh bapak Keyla dengan nada sedih.

 

Saat tanda tangan yang jatuh di atas kertas putih perdamaian, tidak ada sorak.

Yang ada hanya isak. Isak dari orang tua yang menyesal. Isak dari keluarga besar Kampung Maliti dan Kampung Rannu yang menyaksikan saudaranya kembali pulang.

 

Dominggus, mewakili keluarga, hanya bisa berkata:

Kami bersyukur… akhirnya damai.

Tanah masih di situ. Batasnya masih sama.

Tapi hari ini yang kembali bukan hanya batas. Yang kembali adalah saudara dalam mata iman dan kebersamaan yang kini kembali muncul.

 

Semoga setelah 8 tahun gelap, Ate Dalo tidak lagi gelap.

Semoga senyum yang dulu hilang, hari ini kembali mengisi wajah-wajah yang dulu saling membelakangi dan tidak lagi berkomunikasi,hari ini rasa ingin berbagi kini kembali hadir ditengah-tengah keluarga dan resmi tali persaudaraan atas berkat sang pencipta,dan atas kerja keras pemerintah desa Ate Dalo.

Karena damai memang indah.

Tapi untuk sampai ke sana, kita harus berani menangis dulu.

 

 

Penulis: Dominggus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *