![]()
MabesNEWS.tv, SUMBA BARAT DAYA, NUSA TENGGARA TIMUR, KECAMATAN KODI.sabtu 5 september .MABESNEWS.COMSudah dua kali mengetuk pintu pemerintah. Tahun 2023 ditolak sunyi. Tahun 2025 kembali disodorkan proposal. Namun hingga Kamis, 20 Agustus 2026, Desa Karoso, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT, masih hidup dalam kegelapan.
ANITA YACOBA GAH KOMISI X DPR RI partai DEMOKRAT, Respon jika ini benar terjadi di desa karoso,kita sama-sama berdoa hingga segera diberikan solusinya,agar warga masyarakat desa karoso merasakan jalan yang layak,dan yang Masi hidup dalam gelap gulita (ujar Anita).saat di konfirmasi kan melalui WhatsApp pribadinya,(21 Agustus 2026).
Sudah dua kali saya ajukan permohonan perluasan jaringan listrik PLN. Dari tahun 2023 sampai 2026. Tapi sampai hari ini belum ada respon sama sekali dari pemerintah daerah,”tegas Kades Petrus.
175 KK dan Anak Sekolah Terpaksa Belajar dengan Lampu Minyak
Yang paling miris, kata Kades, terjadi di Dusun 2, Kampung Homba Ronggo. Sebanyak 175 Kepala Keluarga di sana, mayoritas adalah keluarga dengan anak sekolah.
Bayangkan, anak-anak kami mau belajar malam tapi listrik tidak ada. Dusun 1 sampai Dusun 2, Kalembu Kaha, Homba Ronggo, Waimahi. itu semua masih gelap. Mereka hidup dalam bayang-bayang. ujarnya.
Bukan hanya listrik. Warga Karoso juga menjerit soal air bersih. Padahal air adalah sumber penghidupan utama mereka sehari-hari.
Jalan Menuju Wisata Hancur, Akses Ekonomi Lumpuh
Penderitaan warga belum selesai. Akses jalan dari Persimpangan Tiga Kampung — Mareha, Waimahi, Homba Ronggo — menuju Hotel Cap Karoso juga hancur total.
Roda dua susah, roda empat apalagi. Padahal ini jalur pariwisata. Saya sudah pernah ajukan proposal ke Kementerian agar jalan dari Kampung Mareha tembus ke Hotel Cap Karoso bisa cepat ditangani, jelas Kades.
Sayangnya, hingga detik ini belum ada penanganan serius. Padahal jalan tersebut vital untuk keamanan, ketertiban, dan pergerakan ekonomi warga.
Anita Yacoba Gah: Akan Dicari Solusi
Menanggapi kondisi tersebut, Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Anita Yacoba Gah, memberikan respon.
Kita berdoa dan akan diberikan solusi untuk warga masyarakat Desa Karoso,” ujar Anita.
Komisi X DPR RI sendiri membidangi pendidikan, pemuda, olahraga, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Kedekatan Desa Karoso dengan kawasan wisata Hotel Cap Karoso menjadi salah satu perhatian.
Harapan Terakhir di 2026
Dengan nada berharap, Kades Petrus menitipkan pesan keras untuk Pemprov NTT dan Pemkab SBD.
Harapan saya sebagai Kepala Desa, pemerintah melihat dan merespon baik apa yang jadi keluhan warga saya. Kami sudah berupaya, tapi kegelapan masih mengikat di beberapa titik. Tolong jadikan ini atensi utama di tahun 2026, pintanya.
Ia berharap ada kerjasama nyata antara Pemerintah Daerah, Pemerintah Kabupaten SBD, dan Dinas Pariwisata agar Desa Karoso tidak terus tertinggal.
“Kami ingin menata desa dan mensejahterakan warga. Tapi tanpa listrik, tanpa air, tanpa jalan, bagaimana bisa bangun desa menata kota,” tutupnya.
Penulis: Dominggus











Leave a Reply