![]()
Anggaran Polri untuk Tahun Anggaran (TA) 2026 mengalami kenaikan signifikan. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, anggaran belanja Polri ditetapkan sebesar Rp145,65 triliun. Angka ini meningkat 5,12% dibandingkan outlook TA 2025 yang sebesar Rp138,54 triliun. Anggaran ini juga menjadi yang ketiga terbesar setelah Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kementerian Pertahanan. Penyesuaian anggaran ini mencerminkan pentingnya peran Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Alasan Kenaikan Anggaran Polri 2026
Kenaikan anggaran Polri tahun 2026 tidak hanya berupa peningkatan nominal, tetapi juga didasarkan pada kebutuhan operasional dan pengembangan institusi. Dalam rapat bersama Komisi III DPR, Asisten Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran, Komisaris Jenderal Wahyu Hadiningrat, menjelaskan bahwa usulan anggaran sebesar Rp173,4 triliun diajukan oleh Polri untuk mendukung rencana kerja tahun 2026. Namun, pagu indikatif yang diberikan pemerintah hanya sebesar Rp109,6 triliun, sehingga terdapat selisih sebesar Rp63,7 triliun.
Selisih ini digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan seperti pengembangan Polda Papua Tengah dan Papua Barat Daya, peningkatan infrastruktur, serta pengadaan alat modern untuk mendukung tugas-tugas Polri. Selain itu, peningkatan tunjangan kinerja dan gaji personel baru juga menjadi prioritas utama.
Alokasi Dana Anggaran Polri 2026

Dari total anggaran sebesar Rp145,65 triliun, Polri mengalokasikannya ke lima program utama. Berikut rinciannya:
-
Program Dukungan Manajemen:
Anggaran terbesar dialokasikan untuk dukungan manajemen sebesar Rp73,09 triliun. Dana ini digunakan untuk operasional harian, pelatihan, dan pengelolaan sumber daya manusia. -
Program Modernisasi Almatsus dan Sarana Prasarana Polri:
Sebesar Rp52,73 triliun dialokasikan untuk modernisasi alat dan sarana pendukung operasional Polri, termasuk kendaraan, peralatan komunikasi, dan sistem informasi. -
Program Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat:
Dana sebesar Rp14,91 triliun digunakan untuk menjaga keamanan di tingkat masyarakat, termasuk pengamanan wilayah perbatasan dan pulau terluar. -
Program Penyelidikan dan Penyidikan Tindak Pidana:
Anggaran sebesar Rp3,64 triliun dialokasikan untuk penyelidikan dan penyidikan kasus-kasus kejahatan, termasuk tindak pidana narkoba dan korupsi. -
Program Profesionalisme SDM Polri:
Sebesar Rp1,25 triliun digunakan untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia, termasuk pelatihan dan pengembangan karier anggota Polri.
Prioritas Utama Anggaran Polri

Selain alokasi di atas, beberapa prioritas utama dalam penggunaan anggaran Polri 2026 antara lain:
-
Pengembangan Polda Baru:
Anggaran besar dialokasikan untuk pembangunan dan pengoperasian Kepolisian Daerah (Polda) baru di Papua Tengah dan Papua Barat Daya. Hal ini bertujuan untuk memperkuat pengamanan di wilayah-wilayah rawan. -
Peningkatan Infrastruktur:
Dana digunakan untuk membangun markas polisi (Mako), rumah dinas anggota, serta perbaikan command center untuk meningkatkan efisiensi operasional. -
Modernisasi Alat dan Teknologi:
Anggaran digunakan untuk pengadaan kendaraan listrik, kapal pemburu cepat, dan peralatan pengungkapan kasus narkoba yang lebih canggih. -
Peningkatan Tunjangan dan Gaji:
Gaji dan tunjangan kinerja anggota Polri akan dinaikkan, termasuk kenaikan 80% untuk tunjangan kinerja bagi anggota Polri dan ASN.
Kesimpulan
Kenaikan anggaran Polri 2026 sebesar Rp145,6 triliun mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendukung tugas dan fungsi Polri sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan negara. Alokasi dana yang telah dirancang menunjukkan fokus pada modernisasi, pengembangan SDM, dan pemenuhan kebutuhan operasional. Meski masih ada kekurangan dari usulan awal, langkah-langkah yang diambil menunjukkan upaya untuk meningkatkan profesionalisme dan efisiensi kerja Polri. Dengan anggaran yang cukup, diharapkan Polri dapat lebih optimal dalam menjalankan tugasnya demi kepentingan bangsa dan negara.














Leave a Reply