![]()
MabesNews.com. KAYONG UTARA, 15 SEPTEMBER 2026 — Roda perekonomian masyarakat pesisir di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, kembali digerakkan melalui pengembangan sektor perikanan darat dan laut. Sebanyak 5.000 bibit ikan kerapu disalurkan ke keramba jaring apung (KJA) milik Kelompok Nelayan Bina Warga pada kegiatan penaburan benih yang berlangsung Jumat (11/9/2026).
Bantuan ribuan benih ikan tersebut berasal dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Barat. Guna menjamin keberlanjutan usaha di tingkat akar rumput, program ini berjalan beriringan dengan dukungan program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) yang mengambil peran strategis dalam pendampingan teknis serta penguatan kapasitas kelompok nelayan.
Kepala Bidang Budidaya Perikanan DKP Provinsi Kalimantan Barat, Bustami, menekankan pentingnya mengawal bantuan tersebut agar bermetamorfosis menjadi unit usaha yang produktif. Menurutnya, siklus pemeliharaan hingga masa panen yang membutuhkan waktu 9 sampai 12 bulan menuntut kedisiplinan dan ketelatenan dari para penerima manfaat.
“Kami memberikan bantuan berupa bibit ikan kerapu untuk kelompok yang ada di Desa Pelapis. Tentunya, kami berharap bahwa dengan bantuan ini kelompok dapat memelihara dan membudidayakan ikan kerapu ini hingga selesai panen atau 9-12 bulan. Dengan budidaya ini, maka kelompok nelayan dapat menjualnya untuk peningkatan ekonomi kelompok tersebut,”ujar Bustami usai melakukan penebaran benih.
Bustami juga menggarisbawahi bahwa aspek teknis di lapangan memerlukan keahlian tersendiri. Oleh karena itu, sinergi antara instansi pemerintah dan pihak korporasi dihadirkan untuk memastikan para nelayan mendapatkan bimbingan berkala selama masa pemeliharaan.
“Selanjutnya, KIPP bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan untuk memberikan pendampingan untuk kelompok nelayan tentang pemeliharaan budidaya ikan kerapu, sehingga nanti ikan kerapu tersebut dapat berkembang dengan maksimal,”tambahnya.

keramba jaring apung (KJA) di Desa Pelapis membudidayakan ikan kerapu dengan pendampingan dari tim Corporate Social Responsibility Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP).
Dukungan terhadap kemandirian ekonomi masyarakat ring wilayah operasional turut disuarakan oleh manajemen perusahaan. External Relation Manager KIPP, Sugeng Sulistiyo, menyatakan bahwa keterlibatan perusahaannya difokuskan pada pengawalan proses pemberdayaan agar memberikan dampak jangka panjang.
“Ke depan, kolaborasi serupa diharapkan dapat terus dikembangkan melalui pendampingan, peningkatan kapasitas kelompok, serta penguatan akses pasar sehingga budidaya kerapu tidak hanya menjadi program bantuan, tetapi dapat tumbuh menjadi usaha masyarakat yang produktif dan berkelanjutan,”jelas Sugeng.
Dari sisi penerima manfaat, kehadiran program gabungan ini disambut rasa optimis oleh Kelompok Nelayan Bina Warga. Ketua Kelompok Nelayan Bina Warga, Kusmanto, menyampaikan apresiasi mendalam kepada DKP Provinsi Kalimantan Barat, DKP Kabupaten Kayong Utara, serta pihak KIPP yang telah memfasilitasi kebutuhan kelompoknya.
Ia mengakui bahwa kendati para anggota kelompok sudah sangat akrab dengan medan laut, urusan teknik budidaya kerapu komersial tetap memerlukan transfer pengetahuan yang intensif.
“Secara umum memang kami sebagai nelayan memahami kondisi laut. Tapi untuk budidaya kerapu kami masih perlu pendampingan,”kata Kusmanto.
Kusmanto berharap inisiatif ini tidak berhenti pada kelompoknya semata, melainkan mampu menjadi mercusuar dan inspirasi bagi warga lain di Desa Pelapis untuk ikut terjun ke dunia perikanan budidaya.
“Harapan saya, semoga kelompok kami bisa berkembang dan bisa menjadi pemicu lahirnya kelompok-kelompok yang akan datang. Kalau ini bisa dikembangkan secara maksimal, tidak menutup kemungkinan kelompok-kelompok yang akan datang bisa lebih berminat lagi,”pungkasnya. ( DA)











Leave a Reply