![]()
Mabesnews.tv—Jakarta — Lahan terlantar dan marginal kini dibidik untuk dioptimalkan menjadi lahan produktif melalui integrasi tanaman sorgum dan teknologi energi terbarukan.
Omah Sorgum Sunan bersama “Valanth Solar Panel System” menawarkan program Kemitraan Total Pemanfaatan Lahan Terlantar Berbasis Sorgum & Energi Hijau.
“Program ini menyasar petani dan pelaku UMKM yang memiliki lahan sendiri maupun lahan sewa/kontrak dengan durasi kerja sama minimal 1 tahun,” kata Martin Sembiring, S.T., M.T.,C.ES.,C.Med., selaku Marketing Manager program kepada media ini di Medan, Sabtu 12/9/2026.
Dia menyampaikan hal itu dengan tujuan utama kemitraan ini untuk menciptakan ekosistem usaha yang saling menguntungkan.
Petani Bebas Modal Awal
Dalam skema kemitraan ini, jelas Martin beban modal awal tidak ditanggung petani. Petani / UMKM cukup menyediakan lahan* dan mengelola tenaga kerja. Bibit unggul dan pupuk disediakan gratis oleh pihak komunitas sesuai perjanjian kemitraan.
“Model ini diharapkan menjadi solusi bagi pemilik lahan yang selama ini belum bisa menggarap lahannya karena terkendala modal dan akses pasar. Pola kerja sama juga dirancang dari hulu hingga hilir, bukan hanya sebatas jual-beli hasil pertanian,” ujar Martin seraya merincikan “Hasil Panen Dijamin Ditampung Rp3.000 – Rp4.000/Kg”
Daya tarik utama program ini menurut dia adalah adanya jaminan pembelian / offtaker* untuk seluruh hasil panen sorgum kering. Begitu pula harga yang disepakati dalam kerja sama berada pada kisaran: > Rp3.000 – Rp4.000 per kilogram.
Dengan adanya kepastian pasar dan harga, petani diharapkan lebih tenang dalam merencanakan produksi dan pengelolaan usaha taninya.
Sorgum Dipadukan dengan Energi Surya
Program ini tidak berhenti pada budidaya. Tahap pascapanen juga akan didukung teknologi panel surya.
Martin menyebutkan energi matahari akan dimanfaatkan untuk proses pengeringan dan penggilingan sorgum, sehingga biaya energi produksi bisa ditekan dan lebih ramah lingkungan.
Ini menjadi jembatan penghubung antara sektor pertanian dengan pengembangan Energi Baru Terbarukan / EBT
Cocok di Lahan Marginal, Bisa 3 Kali Panen Setahun.
Bukan hanya itu imbuh Martin secara teknis, sorgum dikenal adaptif di berbagai jenis lahan. Program ini menyebut sorgum dapat tumbuh di lahan marginal, lahan berpasir, hingga ketinggian 0–500 mdpl dengan pH tanah 5,5 – 7,5.
Sorgum juga dapat ditumpangsarikan dengan tanaman kayu muda seperti jati dan kopi sebelum tajuknya menutup.
Dengan penerapan teknik budidaya yang tepat, target panen bisa mencapai 3 kali dalam setahun melalui sistem _ratoon_ atau panen tunas.
Membangun Ekosistem Usaha dari Hulu ke Hilir
Martin Sembiring, S.T., M.T.,C.ES.,C.Med., selaku Marketing Manager program, menyampaikan bahwa tujuan utama kemitraan ini adalah menciptakan ekosistem usaha yang saling menguntungkan.
> “Kita ingin lahan yang selama ini tidur bisa menghasilkan nilai ekonomi. Sorgum jadi komoditas utamanya, sementara energi surya mendukung efisiensi pengolahan pascapanen,” ujarnya.
Menurutnya, integrasi antara pertanian, industri pengolahan, dan energi hijau ini dapat menjadi model baru pengembangan ekonomi lokal. Sekaligus membuka ruang lebih luas bagi UMKM untuk masuk ke rantai pasok pangan dan energi nasional.
Pendaftaran Kemitraan Dibuka
Program kemitraan ini terbuka untuk pemilik lahan, petani, kelompok tani, dan UMKM yang ingin mengembangkan lahan produktif.
Informasi dan penjajakan kerja sama dapat menghubungi:
Martin Sembiring, S.T., M.T.,C.ES., C.Med. Marketing Manager_
Telepon / WA: 081 260 384 888.(bay)










Leave a Reply