MabesNews.TV

Media Siber Mabes RI

ASDEKI Berharap Agar Biaya Logistik di Indonesia Bisa Turun Lagi

Loading

MabesNews.tv, Medan-Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (ASDEKI) menilai biaya logistik di Indonesia masih lebih tinggi dibanding darii negara maju lainnya.

Biaya logistik di Indonesia saat ini berada di kisaran 14,29 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini memang terjadi penurunan dibanding beberapa tahun sebelumnya yang mencapai 20 persen lebih.

“Kami berharap kepada pemerintah agar biaya logistiknh ada penurunan lagi,” ujar Ketua Umum ASDEKI, Khairul Mahalli saat berbicara kepada media ini via telepon selular dari Jakarta, Rabu 26/8/2026.

Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) ini menyatakan biaya logistik di Indonesia masih tinggi dari negara maju yang rata-rata 8-10 persen. Justru itu perlu diturunkan lagi paling tidak berimbang sehingga komoditas ekspor Indonesia memiliki daya saing kuat.

Khairul Mahalli yang juga Waketum Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas) lebih lanjut merincikan komponen utama biaya logistik yakni BiayaTtransportas Biaya Transportasi: Menjadi penyumbang terbesar, yakni sekitar 62% dari total biaya logistik nasional terhadap PDB. Biaya Pergudangan & Persediaan: Menyumbang sekitar 22%.Biaya Administrasi: Menyumbang sekitar 16%.

Faktor Penyebab Biaya Logistik Tinggi.Kondisi Geografis: Bentuk Indonesia sebagai negara kepulauan membutuhkan jalur transportasi antarpulau yang kompleks.

Dominasi Angkutan Darat: Angkutan darat menjadi tulang punggung (sekitar 30% dari biaya transportasi) yang rentan terhadap kemacetan dan pembatasan operasional saat hari besar.

Infrastruktur Belum Terintegrasi: Pelabuhan, gudang, depo, dan armada angkut belum terhubung dalam satu sistem digital yang efisien, menyebabkan banyaknya truk yang kembali tanpa muatan (empty backhaul).

Waktu Bongkar Muat: Masalah waktu tunggu di pelabuhan (port clearance atau dwell time) dan jaringan pelayaran yang belum optimal turut menaikkan biaya tambahan.

Mahalli mengakui pemerintah terus mendorong efisiensi melalui perbaikan sistem di pelabuhan, integrasi kawasan industri dengan jalan tol dan pelabuhan, serta menargetkan penurunan rasio biaya logistik secara bertahap demi meningkatkan daya saing produk nasional. (tiar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *