MabesNews.TV

Media Siber Mabes RI

PJ KADES DAN KONTRAKTOR DIAM SAJA,Warga Waipakolo Tuntut Transparansi Dana Jalan Usaha Tani.

Loading

MABESNEWS.TV, SUMBA BARAT DAYA, NUSA TENGGARA TIMUR KECAMATAN KODI BALAGHAR.rabu 26 Agustus 2026.

Proyek Jalan Usaha Tani di Desa Waipakolo, Kecamatan Kodi Balaghar, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT, diselimuti tanda tanya besar. Progres pekerjaan molor dan tidak adanya keterbukaan informasi membuat warga geram, kwalitas pengerjaan jalan usaha tani menyebabkan kecelakaan.

Saat dikonfirmasi Mabesnews TV melalui WhatsApp pribadinya, PJ Kepala Desa Waipakolo(Maria katoda.)mengakui keterlambatan tersebut.

Proses pengerjaannya belum selesai. Kalender kerja 120 hari, pengerjaan jalan baru dua minggu, katanya, Selasa 26 Agustus 2026.Akses Warga Terganggu, Proyek Tak Jelas

Kondisi ini dikeluhkan langsung oleh warga. Masyarakat mendesak PJ Kades dan pemerintah setempat segera menuntaskan pekerjaan agar akses pertanian bisa berjalan normal.

Kami minta PJ Kades Desa Waipakolo dan pemerintah setempat untuk segera merampungkan. Kami butuh akses yang baik untuk usaha tani, ujar Isak, warga Desa Waipakolo saat ditemui di kediamannya.Papan Informasi Proyek Tak Ada, Warga Tuntut Transparansi

Yang lebih memicu kemarahan warga adalah tidak adanya papan informasi proyek di lokasi. Padahal itu merupakan kewajiban setiap pelaksana kegiatan yang menggunakan dana pemerintah.

Kami juga minta papan informasi tender pengerjaan jalan. Biar kami tahu dananya dari mana, jumlahnya berapa. Bagaimana kami sebagai warga tidak tahu? Ini uang rakyat, tegas Isak dengan nada kecewa.

Hingga berita ini diturunkan, pihak ketiga atau kontraktor pelaksana proyek belum memberikan keterangan apapun. Sikap bungkam PJ Desa dan kontraktor dinilai bentuk pengabaian terhadap hak publik untuk mengetahui penggunaan anggaran.

Warga meminta Dinas terkait, Inspektorat, dan DPRD SBD segera turun ke lapangan melakukan pengawasan. Jangan sampai program Jalan Usaha Tani yang bertujuan membantu petani justru menjadi proyek tanpa arah dan tanpa pertanggungjawaban.

Transparansi itu wajib. Kalau tidak ada papan informasi, wajar kami curiga, tutup Isak.

 

Penulis: Dominggus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *