MabesNews.TV

Media Siber Mabes RI

Dugaan Ketidaksesuaian Proyek Jalan CV Bayu Mandiri di Cirebon Disorot, Aparat Diminta Periksa

Loading

CIREBON, MABESNEWS.TV – Pelaksanaan proyek peningkatan jalan Pegagan–Lemah Tambah, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, yang dikerjakan CV Bayu Mandiri, mendapat sorotan. Sejumlah hal di lapangan dinilai perlu mendapat perhatian dan pemeriksaan lebih lanjut, khususnya terkait transparansi pekerjaan serta kesesuaian material dengan spesifikasi teknis yang tercantum dalam dokumen pekerjaan.

Tim media Mabes News melakukan pemantauan langsung ke lokasi proyek pada 28 Juli 2026 sekitar pukul 11.00 WIB. Dalam pemantauan tersebut, tim menemukan sejumlah hal yang dinilai perlu diklarifikasi kepada pihak pelaksana.

Proyek tersebut disebut memiliki nilai anggaran sekitar Rp1.484.606.000. Namun, hingga pemantauan dilakukan, tim mempertanyakan beberapa aspek transparansi pekerjaan, di antaranya keberadaan papan informasi proyek serta sarana informasi yang memungkinkan masyarakat mengetahui detail pekerjaan.

Selain itu, tim juga menemukan dugaan ketidaksesuaian material yang digunakan di lapangan dengan spesifikasi teknis atau RAB. Temuan tersebut masih memerlukan verifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak yang berwenang.

Transparansi menjadi salah satu aspek penting dalam pelaksanaan proyek yang menggunakan anggaran pemerintah. Masyarakat berhak memperoleh informasi mengenai pekerjaan pembangunan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi, spesifikasi teknis dan petunjuk pelaksanaan juga menjadi acuan yang harus dipenuhi oleh penyedia jasa. Karena itu, apabila terdapat dugaan ketidaksesuaian antara pekerjaan di lapangan dengan dokumen kontrak, kondisi tersebut perlu diperiksa melalui mekanisme pengawasan dan audit yang berwenang.

Tim juga masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak CV Bayu Mandiri selaku pelaksana pekerjaan. Hingga berita ini disusun, pihak pelaksana belum memberikan keterangan terkait sejumlah pertanyaan yang diajukan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga berinisial T, pekerjaan tersebut disebut-sebut berkaitan dengan seseorang yang dikenal dengan nama Rudex/Gopur. Namun, informasi tersebut masih memerlukan konfirmasi dan tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan keterlibatan pihak tertentu dalam dugaan pelanggaran hukum.

Mengingat proyek tersebut menggunakan anggaran negara, aparat penegak hukum dan instansi pengawasan terkait diharapkan dapat melakukan pemeriksaan apabila ditemukan indikasi penyimpangan. Pemeriksaan dapat mencakup aspek administrasi, volume dan kualitas pekerjaan, penggunaan material, hingga kesesuaian realisasi dengan dokumen kontrak.

Jika dalam pemeriksaan resmi ditemukan adanya kerugian keuangan negara atau unsur tindak pidana, penanganannya tentu menjadi kewenangan aparat sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Tim Mabes News masih berupaya memperoleh konfirmasi dari CV Bayu Mandiri, instansi terkait, serta pihak-pihak lain yang berkepentingan untuk memastikan informasi mengenai proyek tersebut.

Reporter: Weny & Tim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *