MabesNews.TV

Media Siber Mabes RI

Pembalakan Liar Ancaman Bencana Berlipat  

Loading

MABESNEWS.tv, SORONG, PAPUA BARAT DAYA – Proses Ruma Kaca serta suhu udara yang terus meningkat dan musim panas ekstrem melanda Kota Sorong Raya dan wilayah sekitarnya dalam beberapa bulan terakhir.

Kondisi ini memicu rentetan peristiwa kebakaran yang terjadi di berbagai titik, mulai dari kawasan permukiman warga hingga lahan kering terbuka serta hutan pinggiran kota. Namun di balik ancaman api yang kini terlihat, tersembunyi bahaya yang jauh lebih dahsyat dan mengancam masa depan wilayah ini: kerusakan hutan yang masif.

(26/08/2026).

 

Hal itu disampaikan Agung RPP, seorang praktisi hukum yang juga seorang Jurnalis senior sekaligus tokoh publik yang menjabat sebagai Kepala Kantor Pengacara dan Penasehat Hukum Fokker4 Nusantara (PERAPFEN), saat memberikan keterangan pers di Sorong, beberapa waktu lalu.

 

Menurutnya, kebakaran yang mulai merajalela di tengah cuaca panas bukan sekadar soal iklim semata. Ia mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan akibat pembalakan liar dan penebangan kayu yang tidak terkendali telah membuat hutan-hutan di wilayah ini kehilangan fungsi alaminya. Hutan yang gundul bukan hanya memperparah kebakaran, tetapi juga menghilangkan daerah resapan air tanah — sebuah bom waktu yang kelak akan memicu bencana banjir lebih dahsyat.

 

“Sesungguhnya bencana yang akan datang akan lebih dahsyat lagi mengingat hutan banyak yang gundul akibat pembalakan kayu yang signifikan serta kebakaran hutan dan lahan kosong yang semakin masif dan tidak terkontrol. Inilah yang harus kita waspadai bersama,” tegas Agung RPP.

 

Ia menegaskan bahwa kerusakan ekosistem hutan berimbas langsung pada hilangnya kemampuan tanah menyerap air. Ketika hutan habis, maka tidak ada lagi penahan air hujan, sehingga risiko banjir besar dan longsor akan sangat mudah terjadi saat musim hujan tiba.

 

Oleh karena itu, Agung mendesak seluruh pihak untuk segera bersatu melakukan langkah pencegahan sebelum semuanya terlambat.

 

“Pemerintah, Aparat Penegak Hukum, Gakkum (Pejabat Penegak Hukum),Badan Lingkungan Hidup dan seluruh elemen masyarakat harus bergandengan tangan melakukan pencegahan bahaya banjir akibat hutan yang kian habis dan hilangnya resapan air ke dalam tanah. Saya tidak bisa membayangkan bila hal tersebut benar-benar akan terjadi,” ungkapnya dengan nada prihatin.

 

Agung menambahkan, pengawasan terhadap izin penebangan, penindakan tegas terhadap pembalakan liar, serta upaya penghijauan kembali kawasan hutan yang gundul harus segera dilakukan. Jika tidak, maka cuaca panas yang kini melanda hanyalah awal dari bencana bertubi-tubi: kebakaran yang makin luas di musim kemarau, disusul banjir bandang yang mematikan saat curah hujan tinggi turun.

Seruan ini menjadi peringatan dini bagi seluruh lapisan masyarakat di Sorong dan Papua Barat Daya untuk mulai peduli dan menjaga kelestarian hutan, karena kerusakan alam yang terjadi saat ini akan berbalik menjadi bencana bagi kita semua.

 

Arpp🇮🇩

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *