MabesNews.TV

Media Siber Mabes RI

Pengaspalan 39 Milyar Di Sayur Matinggi Ujung Padang Simalungun Di Gebuk Saat Hujan Perlu Di Evaluasi Dan Kualitas Hotmix Dipertanyakan.

Loading

MabesNews.tv, Kab.Simalungun – Sumut : Senin 26 Oktober 2026 – Pembangunan pengaspalan jalan dengan nilai fantastis Rp 39,2 Miliar di Nagori Sayur Matinggi, Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, menuai sorotan tajam dan diduga dikerjakan asal jadi.

Pasalnya, pekerjaan hotmix tersebut diduga tetap dipaksakan digelar di tengah musim hujan dan suhu dingin, yang secara teknis dipastikan akan berdampak fatal pada kualitas dan umur jalan.

Investigasi Perwakilan Provinsi Sumut Media MabesNews.Com bersama tim pada Senin, 26 Oktober 2026, pukul 15.29 WIB sore. Terlihat jelas kondisi cuaca mendung tebal dan permukaan jalan masih basah, namun hamparan hotmix baru saja selesai digelar.

Dari pantauan langsung di lapangan, kualitas aspal patut dipertanyakan dan diduga tidak sesuai spesifikasi teknis :

1.Terlihat lapisan aspal bagian tepian bawah jalan masih berupa butiran batu agregat yang tidak terselimuti aspal secara sempurna. Ini indikasi kuat hotmix sudah dingin sebelum dipadatkan akibat suhu hujan.

2.Permukaan jalan terlihat tidak padat sempurna, masih banyak pori-pori dan rongga antar batu yang renggang. Di beberapa titik terlihat aspal seperti terkelupas dan tergerus air.

3.Bahu jalan dibiarkan berantakan dengan sisa-sisa ceceran hotmix, menandakan pekerjaan dilakukan secara terburu-buru.

Untuk diketahui, proyek tersebut adalah :

*.Nama Pekerjaan : Rekonstruksi Jalan Jurusan Ujung Padang – Afd Sayur Matinggi Kec. Ujung Padang

*.Nomor Kontrak : 600.1.9.3/41/PPK-WIL.II/2026

*.Sumber Dana : APBD Kab. Simalungun TA. 2026

*.Tgl SPMK : 19 Juni 2026

*.Masa Pelaksanaan : 180 Hari Kalender

*.Nilai Kontrak : Rp. 39.237.396.711,00

*.Kontraktor Pelaksana : PT. Cahaya Artha Indonesia

*.Konsultan Pengawas : CV. Polo Consultant

Secara teknis, sesuai SOP Bina Marga Kementerian PUPR, pengaspalan hotmix (AC-WC/AC-BC) idealnya dikerjakan pada suhu 120-160 derajat Celcius dan dalam kondisi cuaca kering. Jika dipaksakan saat hujan, daya rekat aspal dengan agregat akan hilang, aspal cepat retak, berlubang, dan hancur dalam hitungan bulan. Jalan 39 Miliar bisa jadi jalan jagung.

Ironisnya, saat dikonfirmasi di lokasi, salah satu oknum pekerja pelaksana membenarkan adanya pengaspalan di saat hujan dan hanya berdalih “ada alat kompresor”, tanpa menjelaskan secara teknis bagaimana menjaga suhu hotmix tetap ideal di cuaca basah.

“Pembangunan pengaspalan di musim hujan yang dikategorikan suhu dingin pasti berdampak pada cairan hotmix. Aspal tidak akan menyatu sempurna dengan agregat, ini pemborosan uang negara,” ujar salah tim pada saat dilokasi.

Dugaan pelanggaran SOP ini berpotensi merugikan keuangan negara hingga puluhan miliar, karena jalan yang baru dibangun akan cepat rusak dan kembali membutuhkan anggaran perbaikan.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media belum berhasil mendapatkan klarifikasi resmi dari pihak kontraktor PT. Cahaya Artha Indonesia, Konsultan Pengawas CV. Polo Consultant, maupun Kepala Dinas PUTR Kabupaten Simalungun terkait kenapa pekerjaan tetap dipaksakan pada saat musim hujan.

Awak media meminta pihak berwajib untuk segera turun ke Desa Sayur Matinggi melakukan uji lab core drill dan audit mutu terhadap kualitas hotmix tersebut. Jika terbukti tidak sesuai spesifikasi, harus dibongkar dan diaspal ulang sesuai aturan.

Bersambung…

 

 

Ditulis oleh :

( RS ).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *