![]()
MabesNews.tv, SUMBA BARAT DAYA, NUSA TENGGARA TIMUR, KECAMATAN KODI, Sudah dua kali mengetuk pintu. Tahun 2023 ditolak sunyi. Tahun 2025 kembali disodorkan proposal. Tapi hingga Kamis 20 Agustus 2026, Desa Karoso di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT, masih hidup dalam kegelapan.
Kepala Desa Karoso, Petrus Pati Mone, dengan nada kecewa membenarkan hal itu saat ditemui MABESNEWS.COM di kediamannya.20 Agustus 2026.
Sudah dua kali saya ajukan permohonan perluasan jaringan listrik PLN. Dari tahun 2023- 2026. Tapi sampai hari ini belum ada respon sama sekali dari pemerintah daerah, tegas Kades Petrus.
175 KK Anak Sekolah Belajar dengan Lampu Minyak,
Yang paling miris, kata Kades, ada di Dusun 2.kampung homba Ronggo ,ada 175 Kepala Keluarga. Kebanyakan anak sekolah.
Bayangkan, anak-anak kita mau belajar malam tapi listrik tidak ada. Dusun 1 sampai Dusun 2, Kalembu Kaha, Homba Ronggo, Waimahi… itu semua masih gelap. Mereka hidup dalam bayang-bayang, ujarnya.Bukan hanya listrik. Warga Karoso juga menjerit soal air bersih. Padahal air adalah sumber penghidupan utama mereka.
Jalan ke Hotel Wisata Hancur, Akses Lumpuh
Penderitaan warga belum selesai. Akses jalan dari Persimpangan Tiga Kampung (mareha, waimahi,homba Ronggo)menuju Hotel Cap Karoso juga sudah hancur total.
Roda dua susah, roda empat apalagi. Padahal ini jalur pariwisata. Saya sudah pernah ajukan proposal ke Kementerian agar jalan dari Kampung Mareha tembus ke Hotel Cap Karoso bisa cepat ditangani,jelas Kades.Sayangnya, sampai detik ini belum ada penanganan serius.
Jalan ini penting untuk keamanan dan ketertiban masyarakat saat pakai motor maupun mobil, tambahnya.Tolong Respon Suara Emas Rakyat,Dengan nada berharap, Kades Petrus menitipkan pesan keras untuk Pemprov NTT dan Pemkab SBD.
“Harapan saya sebagai Kepala Desa, pemerintah melihat dan merespon baik apa yang jadi keluhan warga saya. Kami sudah berupaya, tapi kegelapan masih mengikat di beberapa titik. Tolong jadikan ini atensi utama di tahun 2026,” pintanya.
Ia berharap ada kerjasama nyata antara Pemerintah Daerah, Pemerintah Kabupaten SBD, dan Dinas Pariwisata agar Desa Karoso tidak terus tertinggal.
Kami ingin menata desa dan mensejahterakan warga. Tapi tanpa listrik, tanpa air, tanpa jalan, bagaimana bisa bangun desa menata kota tutupnya.
Penulis: Dominggus











Leave a Reply