MabesNews.TV

Media Siber Mabes RI

TRAGEDI DI DESA WAIHOLO: IBU TEWAS DIDUGA DIHANTAM KAYU, ANAK KANDUNG KABUR USAI KEJADIAN

Loading

Mabesnews.tv, SUMBA BARAT DAYA — Warga Desa Waiholo, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, dikejutkan oleh peristiwa tragis yang menimpa seorang ibu. Korban diduga meninggal dunia setelah mengalami kekerasan yang dilakukan oleh anak kandungnya sendiri.

Berdasarkan informasi yang disampaikan pihak keluarga dan masyarakat setempat, peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan kondisi kejiwaan anak korban yang dalam beberapa waktu terakhir disebut mengalami gangguan dan beberapa kali menunjukkan perilaku tidak terkendali.

Namun, kondisi tersebut tetap perlu dibuktikan melalui pemeriksaan medis dan proses hukum oleh pihak berwenang. Karena itu, informasi mengenai kondisi kejiwaan yang bersangkutan tidak dapat serta-merta dijadikan kesimpulan hukum mengenai penyebab maupun pertanggungjawaban atas peristiwa tersebut.

### Sempat Bekerja di Kalimantan Bersama Ayah

Sebelum peristiwa terjadi, anak tersebut diketahui sempat bekerja di Kalimantan bersama ayah kandungnya.

Menurut keterangan keluarga, selama berada di Kalimantan, yang bersangkutan beberapa kali mengalami kondisi yang oleh keluarga disebut sebagai gangguan kejiwaan. Ketika kondisinya kambuh, ia disebut dapat bertindak tidak terkendali, termasuk mengejar orang di sekitarnya.

Melihat kondisi tersebut, keluarga kemudian memutuskan membawa yang bersangkutan kembali ke kampung halaman di Desa Waiholo agar dapat tinggal bersama keluarga dan mendapatkan perhatian lebih dekat.

Setelah kondisinya dinilai sedikit membaik, sang ayah kembali ke Kalimantan untuk bekerja. Sementara itu, anak tersebut tinggal di rumah bersama ibu dan adik-adiknya.

### Sebelum Kejadian, Sempat Berjalan Kaki dan Mengejar Warga

Beberapa hari sebelum kejadian tragis tersebut, perilaku yang bersangkutan kembali membuat keluarga khawatir.

Pada malam sebelum kejadian, ia disebut berjalan kaki seorang diri dan sempat mengejar orang.

Dalam situasi tersebut, sang ibu justru disebut berusaha mengikuti dari belakang. Menurut keterangan keluarga, hal itu dilakukan bukan untuk melawan anaknya, melainkan karena khawatir anaknya menjadi sasaran kekerasan atau mendapat perlakuan buruk dari orang lain.

Sikap tersebut menunjukkan kekhawatiran seorang ibu yang berusaha menjaga anaknya meskipun berada dalam situasi yang sulit.

Setelah malam semakin larut, yang bersangkutan akhirnya kembali ke rumah.

Sang ibu kemudian berupaya menenangkan anaknya. Namun, menurut informasi keluarga, upaya tersebut tidak mendapat respons sebagaimana yang diharapkan.

### Ibu Sedang Beristirahat, Kemudian Terjadi Kekerasan

Situasi kemudian berubah menjadi tragedi.

Menurut kronologi yang disampaikan keluarga, sang ibu kemudian beristirahat di atas bale-bale dalam kondisi tertidur.

Pada saat itulah, anak tersebut diduga mengambil sebatang kayu berukuran besar dan menghantamkannya ke arah korban.

Pukulan tersebut disebut mengenai bagian kepala dan wajah korban.

Setelah itu, korban diduga diangkat dan dilemparkan ke tanah. Anak tersebut kemudian meninggalkan rumah dan melarikan diri.

Hingga berita ini diturunkan, keberadaan yang bersangkutan disebut masih belum diketahui.

Peristiwa tersebut mengundang keprihatinan mendalam masyarakat karena korban merupakan ibu kandung yang selama ini berada di lingkungan keluarga dan disebut berusaha menjaga serta menenangkan anaknya.

### Bukan Persoalan Konflik Keluarga?

Pihak keluarga menyampaikan bahwa peristiwa tersebut tidak didasari persoalan lain seperti pertengkaran, masalah harta, ataupun konflik keluarga yang sebelumnya diketahui.

Keluarga menyebut latar belakang yang mereka ketahui berkaitan dengan kondisi kesehatan jiwa anak tersebut yang sebelumnya memang telah mengalami masalah dan beberapa kali menunjukkan perilaku tidak terkendali.

Meski demikian, penyebab pasti kejadian serta kondisi kejiwaan yang bersangkutan tetap menjadi kewenangan tenaga medis dan aparat penegak hukum untuk memastikan melalui pemeriksaan dan proses hukum.

### Polisi Diharapkan Segera Menemukan yang Bersangkutan

Pascakejadian, perhatian masyarakat kini tertuju pada upaya pencarian terhadap anak tersebut.

Masyarakat berharap aparat kepolisian dapat segera menemukan yang bersangkutan sehingga seluruh rangkaian peristiwa dapat diungkap secara terang, termasuk motif, kondisi saat kejadian, serta faktor-faktor yang melatarbelakanginya.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan kesehatan jiwa membutuhkan perhatian serius dari keluarga, masyarakat, maupun pemerintah. Penanganan terhadap seseorang yang mengalami gangguan kejiwaan tidak cukup hanya dilakukan ketika kondisinya memburuk, tetapi membutuhkan pendampingan dan penanganan yang berkelanjutan.

Jurnalis kami menegaskan bahwa informasi mengenai kondisi kejiwaan dalam pemberitaan ini merupakan keterangan yang disampaikan oleh pihak keluarga dan masyarakat. Status hukum serta kondisi medis yang bersangkutan tetap menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang.

Dugaan tetaplah dugaan, bukan vonis. Fakta hukum menjadi kewenangan aparat penegak hukum untuk mengungkap dan membuktikannya.

 

Jurnalis: Martinus Kondo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *