![]()
MAKASSAR, MABESNEWS.TV— Universitas Tamalatea Makassar (UTAMA) menggelar kuliah umum bertajuk “Inovasi Kesehatan Berbasis Data dan Sains: Membangun Ekosistem Kesehatan yang Adaptif, Presisi, dan Berkelanjutan”, pada Kamis (25/9/2025).
Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, Dr. H. Muhammad Yunus, S.Ked., M.Kes, sebagai pembicara utama (keynote speaker).
Kuliah umum dibuka oleh Rektor Universitas Tamalatea Makassar, Dr. H. Muh. Ilyas Nur, S.KM., M.Adm.Kes. Kegiatan ini menjadi bagian dari kolaborasi akademik di lingkungan kampus UTAMA, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan.
Dalam sambutannya, Rektor UTAMA menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap kolaborasi yang dibangun dapat memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan di Universitas Tamalatea Makassar.
Di hadapan ratusan mahasiswa, Rektor UTAMA juga menuturkan bahwa mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa perlu membekali diri dengan kemampuan kepemimpinan agar kelak mampu menjadi pemimpin yang diidamkan.
“Ada tujuh karakteristik yang harus dimiliki pemimpin, yaitu berintegritas, optimis, menyukai perubahan, berdedikasi atau berkomitmen, katalistis, ulet, dan berani menghadapi masalah,” jelasnya.
“Kami berharap mahasiswa dapat mengeksplorasi kemampuan semaksimal mungkin untuk menjadi pemimpin yang diidam-idamkan dan mampu mengintegrasikan keilmuannya,” tuturnya.
Sementara itu, Dr. H. Muhammad Yunus, S.Ked., M.Kes., Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, dalam materinya menyampaikan bahwa untuk menjadi pemimpin yang diidamkan, seseorang harus memiliki karakter yang baik. Ia juga menekankan pentingnya silaturahmi dan membangun relasi dalam mewujudkan kepemimpinan yang ideal.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa saat ini dibutuhkan tenaga kesehatan yang memahami data, ahli teknologi yang memahami proses pelayanan, serta tenaga hukum dan komunikasi yang mampu menjaga hak masyarakat dan menyampaikan informasi secara benar.
“Kemampuan bekerja bersama itulah yang perlu tumbuh sejak di bangku kuliah. Melalui penelitian, praktik lapangan, dan pengabdian masyarakat, persoalan daerah dapat menjadi bahan pembelajaran sekaligus sumber solusi. Saya berharap agenda hari ini dapat memperluas pendidikan hukum, meningkatkan literasi kesehatan, serta membantu masyarakat memperoleh informasi yang dapat dipercaya,” pungkasnya.
Sebelum menutup kuliah umum, mahasiswa diajak untuk terus mengembangkan kapasitas diri, berpikir inovatif, dan membangun kolaborasi dalam menjawab berbagai tantangan di berbagai sektor, khususnya bidang kesehatan.
Dengan dukungan perguruan tinggi, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan, generasi muda diharapkan mampu menjadi motor penggerak terwujudnya perubahan yang lebih baik di masa depan.
Di akhir paparannya, Dr. H. Muhammad Yunus juga mengingatkan pentingnya menjaga silaturahmi.
“Silaturahmi dapat memperpanjang usia dan memperlancar rezeki,” tutupnya.
Sementara itu, Musfirah, S.KM., M.Kes. selaku ketua panitia, melaporkan bahwa kuliah umum tersebut digelar di Aula Kampus UTAMA dan dihadiri ratusan mahasiswa, di antaranya mahasiswa baru angkatan 2026.
Acara tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan kampus serta sejumlah tamu undangan.
(Tispran Kelana)











Leave a Reply